Masjid Ini Segera Dirobohkan karena Jadi Penghalang Tol Semarang-Batang

Masjid Baitul Mustaghfirin terlihat kukuh berdiri di tengah proyek tol Semarang-Batang ruas Kaliwungu-Krapyak, Selasa (27/3/2018). (Solopos - Imam Yuda S.)
05 April 2018 21:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Jalan tol Semarang-Batang ruas Kaliwungu-Krapyak sebentar lagi bakal difungsionalkan guna mengantisipasi kemacetan arus mudik saat Lebaran 2018. Meski demikian, pembangunan ruas tol itu belum sepenuhnya selesai karena masih terkendala sebuah bangunan permanen yang berdiri kukuh di tengah lokasi proyek tersebut.

Bangunan itu tak lain adalah Masjid Baitul Mustaghfirin di Kampung Bringin Kulon, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Bagunan itu hingga kini masih digunakan sebagai tempat peribadatan bagi umat muslim di wilayah tersebut. Meski pun, di samping kanan maupun kiri masjid itu berlalu-lalang truk maupun alat berat proyek jalan tol.

Pantauan Semarangpos.com, tidak ada lagi bangunan lain di sekitar masjid bercat hijau itu. Ruas tol di sekeliling masjid juga sudah selesai dikerjakan.

Seorang pengurus Masjid Baitul Mustaghfirin, Nur Qosyim, mengatakan masjid itu selama ini menjadi urat nadi masyarakat setempat sebagai tempat beribadah. Bahkan, masjid itu selalu digunakan untuk ibadah salat Jumat dengan jumlah jemaah mencapai puluhan orang.

Kendati demikian, dia dan warga sekitar telah merelakan jika masjid itu dirobohkan demi kelancaran pembangunan tol Semarang-Batang. Asalkan, pihak pengembang proyek tol membangun masjid pengganti yang lokasinya masih berada di wilayah Kampung Bringin.

“Kami sebenarnya bingung, Masjid Baitul Mustagfirin akan segera dirobohkan. Tapi, masjid penggantinya belum selesai dibangun. Padahal, kesepakatan awal [antara warga dengan pelaksana proyek tol] masjid boleh dirobohkan asal masjid penggantinya sudah ada,” ujar Qosyim saat dijumpai Semarangpos.com di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Qosyim menambahkan pembangunan masjid pengganti saat ini memang telah menunjukkan progres. Namun, ia sanksi pembangunan masjid itu bisa selesai dalam jangka waktu satu bulan.

Padahal, sampai akhir April ini pengelola masjid diberi tengat waktu untuk mengosongkan semua barang-barang. Hal itu lantaran kawasan tersebut akan dibangun jalan tol agar bisa difungsionalkan sebelum Lebaran 2018.

Sementara itu, Direktur Jasa Marga Semarang-Batang, Arie Irianto, mengatakan telah berkoordinasi dengan para pengelola Masjid Baitul Mustaghfirin untuk menggunakan lahan sebagai jalan tol Semarang-Batang.

Pihaknya juga berjanji mempercepat pembangunan masjid pengganti sehingga bisa digunakan sebagai sarana beribadah bagi warga sekitar.

"Kami sudah koordinasi dengan nadzir dan tamirnya karena mereka ingin aktivitas ibdaah salat Jumat tidak terhenti. Alternatifnya, kita sewakan atau bangun penggantinya segera," terang Arie.