Pilkada 2018: Ganjar Pranowo Kunjungi Perajin Rembang saat Kampanye Pilgub Jateng

Ganjar Pranowo saat mengunjungi pengrajin bordir. - Istimewa
08 April 2018 03:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kalangan santri Rembang yang mampu menghasilkan industri kerudung beromzet miliaran menjadi salah satu tujuan kunjungan calon incumbent gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Maklum saja, pelanggan industri kerudung seperti Elfa Collection berderet hingga seluruh Indonesia.

Ganjar Pranowo beranggapan Elfa Collection adalah salah satu workshop yang berhasil mengonsolidasi kekuatan ekonomi kreatif para santri. Toko yang berada di Desa Sidorejo Kecamatan Sedan, Rembang ini mengumpulkan kerudung buatan ibu-ibu sekitarnya untuk dijual ke luar daerah. Pembelinya selain dari Rembang juga luar kota bahkan pulau. "Surabaya, NTT, Makassar banyak," kata Yoyok Widodo dalam keterangan pers Kamis (5/4/2018).

Workshop ini berada di lingkungan Pondok Pesantren As Suniyyah. Sejak berdiri pada 2005, Elfa berhasil meningkatkan penjualan secara pesat. "Sekarang per bulan sudah sampai Rp1 miliar omzetnya, kalau sepi ya Rp600 juta," tambahnya.

Tak jauh dari Elfa, ada Affa Collection yang lebih fokus ke usaha bordir, baik untuk kerudung maupun badge, tas, kaos dan sebagainya. Menurut Ganjar Pranowo, bisnis kerudung dan bordir cerdas menangkap peluang karena keberadaannnya di sekitar pondok. Mereka mengerti apa produk yang bisa dikembangkan di sekitar pesantren. "Mereka menumbuhkan ekonomi kerakyatan," katanya.

Ketika usaha sudah kuat seperti Alfa dan Affa, pemerintah tidak perlu intervensi terlalu banyak. Dukungan pemerintah hanya diperlukan misalnya dalam hal akses permodalan dan pelatihan pengembangan usaha.

Usaha berbasis pesantren menurut Ganjar selaras dengan program ekotren yang akan digulirkan pasangan Ganjar--Yasin. Selain fashion, pasangan ini membidik sentra perkulakan sembako. "Kita bikin sentra perkulakan dengan sumber daya yang banyak dari lokal dengan titiknya di pondok," ujar Politikus PDIP itu.

Selain sebagai penguat kemandirian pesantren, usaha tersebut juga efektif sebagai sarana dakwah karena interaksi yang kental dengan masyarakat umum. Secara khusus dakwah juga bisa disusupkan melalui produk kaos dengan desain sablon modern. "Kita lihat tadi kaos yang desainnya modern tapi nuansa Islamnya dari tradisi pondok. Maka dakwahnya bisa masuk di kalangan milenial. Misal kaos desain spiderman yang ternyata dibuat santri ini," pungkasnya.