Bencana Jateng: Basarnas Berlatih HART, Ini Kegunaannya…

Suasana pelatihan HART yang digelar Basarnas Jateng di GOR Ngaliyan, Semarang, Sabtu (31/3/2018). - Istimewa/Basarnas Jateng)
08 April 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Bencana alam di Jawa Tengah (Jateng), dampaknya  coba ditanggulangi Basarnas dengan menggelar pelatihan High Angle Rescue Techniques (HART).

Semarangpos.com, SEMARANG – Basarnas Jawa Tengah (Jateng) menggelar pelatihan keterampilan High Angle Rescue Techniques (HART) di GOR Ngaliyan, Semarang, Sabtu (31/3/2018). Pelatihan itu diikuti puluhan personel potensial search and rescue (SAR) dari berbagai daerah di Jateng.

Kepala SAR Jateng, Noer Isrodin Muchsilin, menjelaskan tujuan digelarnya pelatihan itu untuk memberikan keterampilan pada personel potensial SAR saat menghadapi kecelakaan atau bencana di area ketinggian. “Bagi para potensi SAR diharapkan mengikuti pelatihan ini dengan baik,” ujar Isrodin saat membuka pelatihan itu dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Minggu (1/4/2018).

Isrodin berharap pelatihan HART itu digelar secara berkelanjutan setiap dua bulan sekali. Selain pelatihan HART, potensi SAR di Jateng juga mendapat pelatihan dari para instruktur Basarnas Jateng berupa teknik water rescue. “Kemarin kami sudah membuka pelatihan water rescue di Waduk Sempor, Kebumen, dilanjutkan pelatihan HART di kantor Basarnas Pos SAR Cilacap,” imbuh Isrodin.

Pelatihan yang dgelar tersebut sebagai tanggung jawab Basarnas untuk membina potensi SAR sesuai dengan Undang- Undang No.29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Dalam UU itu disebutkan bahwa tanggung jawab pembinaan potensi pencarian dan pertolongan dilaksanakan oleh Basarnas.

Pelatihan HART di Semarang itu digelar selama dua hari dan diikuti berbagai organisasi potensi SAR di Jateng, seperti Sarda, NKRI, Sernu, IOF, Buser, MTA, PMI, Granat, Boja Peduli, KARS, Batang Rescu, Med-A, MDMC, Sigap, Senkom, Ubaloka, SERI, Baguna, KTB Kalipancur, Sakpala, Pekalongan Rescue, dan Mapadoks,

Ada 45 anggota potensi SAR yang turut serta dalam kegiatan ini. Mereka diberikan materi pelatihan berupa teori dan praktek, seperti pengenalan tabung self containing breathing apparatus (SCBA), pembuatan A frame, tripod frame anchor dari bambu, sistem lifting , lowering, dan tali temali .

Keterampilan di bidang penyelamatan di ketinggian sering dilakukan untuk mengntisipasi beberapa jenis bencana seperti tanah longsor, kecelakaan di gunung hutan, percobaan bunuh diri sampai dengan kasus tercebur dalam sumur.