Pemkot Semarang Serahkan Pengembangan Taman Lele dan Tinjomoyo ke Pengelola Cimory

Panorama Hutan Kota Tinjomoyo di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng. (Twitter.com)
08 April 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menggandeng swasta untuk berinvestasi mengembangkan Taman Lele dan Hutan Wisata Tinjomoyo, dua objek wisata yang selama ini dianggap belum terkelola optimal. Kedua objek wisata di Kota Semarang itu bakal dilengkapi ber bagai fasilitas, termasuk penginapan.

"Ada PT Indocitra Interwisata yang mencoba berinvestasi di Kota Semarang. Wilayahnya di sektor pariwisata. Kami coba bekerja sama," aku Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/4/2018). PT Indocitra Interwisata selama ini dinilai sukses mengelola Cimory on The Valley, Bawen, Kabupaten Semarang.

Rencananya, kata dia, akan dilakukan penataan ulang dan pembangunan di beberapa kawasan sebagai upgrade untuk kedua objek wisata itu sehingga lebih cantik, menarik, dan nyaman dikunjungi wisatawan. "Untuk Taman Lele, di situ ada hotel kelas melati yang akan dijadikan hotel bintang tiga dengan sebelas lantai, kemudian dibangun jogging track, panggung umum, taman bunga, dan seterusnya," katanya sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, Minggu (8/4/2018).

Sedangkan untuk Hutan Wisata Tinjomoyo, kata dia, sudah dilakukan kajian bahwa di kawasan tersebut merupakan daerah patahan sehingga jika dibangun bangunan permanen pada umumnya akan mengalami kerusakan. Jadi, simpul dia, nantinya bukan bangunan permanen yang akan didirikan di tempat itu melainkan semacam karavan, rumah-rumah kayu yang akan dibangun di Hutan Wisata Tinjomoyo sehingga tidak terpengaruh dengan pergerakan tanah.

"Yang paling utama, Hutan Wisata Tinjomoyo akan dijadikan sebagai tempat konservasi tanaman langka. Kemarin [Jumat, 6/4/2018], sudah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman [MoU]," katanya.

Mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan dua objek wisata itu, Hendi mengaku belum mengetahui secara detail karena masih menunggu perjanjian kerja sama (PKS). "Sekarang kan baru buat MoU, nanti dilanjutkan PKS. Rencananya, pihak investor akan melakukan pembangunan selama satu tahun. Mudah-mudahan, tahun depan sudah selesai pembangunannya," katanya.

Hendi menambahkan langkah menggandeng investor untuk pengembangan wisata Taman Lele dan Hutan Wisata Tinjomoyo ditempuh karena pengelolaan yang dilakukan di dua objek wisata itu belum optimal. "Pertama, belum optimal, terutama dari sisi pendapatan. Kedua, pengelolaan yang kurang sesuai harapan. Problemnya, anggaran pasti, kemudian kemampuan sumber daya manusia (SDM)," katanya.

Diakui politikus PDI Perjuangan itu, untuk kemampuan SDM masih harus belajar untuk pengelolaan sektor pariwisata secara profesional yang selama ini belum bisa dilakukan jajaran Pemkot Semarang. "Ini mumpung ada pihak swasta yang sudah profesional. Kemudian, ada beberapa tempat yang sudah mereka kelola dan kami sudah datangin, di antaranya Cimory. Kayaknya cocok ini dikembangkan," katanya.

Sumber : Antara