Bank Jateng Syariah Kejar Aset Rp5,7 T demi Spin Off 2020

Ilustrasi pelayanan Bank Jateng. (Antara)
09 April 2018 02:50 WIB Yustinus Andri DP Semarang Share :

Semarang.com, SEMARANG — Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jateng atau Bank Jateng Syariah menetapkan target pencapaian aset Rp5,7 triliun pada tahun 2018 ini demi mengejar target spin off pada 2020.

Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan, demi mengejar target tersebut pihaknya akan fokus pada peningkatan aset dari layanan tabungan dan giro. Sebelumnya, Bank Jateng Syariah mengejar target aset senilai Rp10,5 triliun pada 2019 dengan harapan bisa mulai melakukan proses spin off pada 2020.

Hanawijaya mengatakan guna meningkatkan jumlah aset, sejumlah cara akan ditempuh. Salah satunya adalah dengan mendorong pertumbuhan deposito. Untuk itu, Bank Jateng Syariah akan meningkatkan kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Adapun untuk tabungan, pihaknya akan memaksimalkan dan mengandalkan tabungan haji.

“Untuk lini pembiayaan kami akan lebih fokus ke konsumer dan kredit sindikasi infrastruktur,” ujarnya, Jumat (6/4/2018).

Target pertumbuhan aset Bank Jateng Syariah pada tahun 2018 ini ditetapkan naik 37,67% dari 2017 yang mencapai Rp4,1 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh ke Rp3,76 triliun atau tumbuh 40,18% dari tahun lalu.

Selanjutnya, pembiayaan juga ditargetkan naik 57,24% dari tahun 2017 dengan mencapai Rp2,19 triliun pada tahun ini. Terkait laba pada periode yang sama, Bank Jateng Syariah menargetkan kenaikan sebesar 29,76% dari tahun lalu menjadi Rp90,5 miliar pada tahun ini.

Di sisi lain, terkait rencana penerbitan sukuk untuk memperkuat struktur pendanaan dan rasio kecukupan modal perseroan, Hanawijaya mengaku pihaknya masih terus melakukan kajian dan pemantauan hingga awal Juni 2018. “Apabila sampai pertengahan tahun ini kami nilai sudah cukup, maka kami tidak akan menerbitkan sukuk terlebih dahulu,” ujarnya.

Sempat diberitakan sebelumnya, Bank Jateng pernah menerbitkan subdebt Rp500 miliar untuk penguatan modal dan ekspansi bisnis 2016. Selanjutnya, pada kuartal akhir tahun lalu perseroan juga menghimpun dana dari pasar modal dengan merilis Medium Term Notes (MTN) I Bank Jateng tahun 2017. MTN senilai total Rp1 triliun itu terdiri dari dua bagian besar, yakni Rp500 untuk konvensional dan Rp500 miliar dalam bentuk MTN syariah mudharabah I.

Emisi MTN itu akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit 2018, terutama jangka panjang, serta untuk refinancing atas kredit atau pembiayaan berjangka menengah yang diberikan pada tahun lalu.

Terpisah, dalam keterangan resminya, Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menyebutkan bahwa perusahaan tengah mengejar pencapaian aset hingga Rp100 triliun dalam dua tahun mendatang. Guna mengejar target tersebut, Supriyatno menyebutkan Bank Jateng akan memacu inovasi, efisiensi dan kecepatan.

Tercatat hingga akhir tahun lalu aset Bank Jateng sudah mencapai Rp 61,47 triliun. Dengan demikian, untuk mencapai target selama dua tahun tersebut, Bank Jateng perlu mengejar pertumbuhan aset hingga 62,6%.