Pilkada 2018: Akan Dilaporkan ke Polisi, Ganjar Anggap Ujian

Ganjar Pranowo kala membacakan puisi berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya Gus Mus di acara Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/3 - 2018) lalu. (Youtube)
10 April 2018 17:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SOLO – Calon gubernur (cagub) nomor urut 1 di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dalam rangkaian pilkada serentak 2018, Ganjar Pranowo, dikabarkan akan dilaporkan ke polisi oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Selasa (10/4/2018). Pelaporan itu tak lepas kaitannya dengan pembacaan puisi berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya K.H. Mustofa Bisri alias Gus Mus yang dilakukan Ganjar Pranowo di acara Rosi Kompas TV, Kamis (8/3/2018) lalu.

Dengan beredarnya kabar tersebut, Ganjar Pranowo melontarkan tanggapan santai. Politikus PDI perjuangan itu menganggap kabar tersebut sebagai ujian. "Sabar. Segala ujian akan datang dalam berbagai rupa," ungkap Ganjar melalui akun Twitternya, @ganjarpranowo, Senin (9/4/2018) pukul 21.40 WIB.

Ganjar Pranowo mengajak semua masyarakat untuk terpancing isu SARA dan berharap Jateng tetap adem meski sedang dalam masa pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. "Mari tetap jaga hati, relasi, dan silaturahmi agar Jateng tetap anteng, ayem tapi tetep regeng tur gayeng," tambah pria berambut putih tersebut.

Sebelumnya, tim kuasa hukum pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin menyebut Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Hirman, telah mengungkapkan rencananya untuk melaporkan Ganjar ke Bareskrim Mabes Polri. Namun, tim kuasa hukum pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin justru terlebih dahulu melaporkan Rahmat ke Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng lantaran dituding telah menyebar undangan peliputan dan memviralkan rencana pelaporan Ganjar.

Di samping itu, Ganjar Pranowo, melalui akun Twitternya, telah menyatakan puisi yang ia bacakan merupakan puisi karya Gus Mus. Cagub yang didampingi cawagub Taj Yasin di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu juga tak ingin perdebatan mengenai puisi tersebut diperpanjang lantaran ia mengaku telah memaafkan orang yang mengkritik dirinya saat membacakan puisi tersebut.