Pilkada 2018: Begini Upaya Ibu-Ibu di Demak Lawan Politik Uang

Suasana sosialisasi KPU Demak bersama komunitas perempuan, Koruki, terkait Pilgub Jateng 2018 di Demak, Rabu (11/4 - 2018). (Istimewa / Koruki Demak)
12 April 2018 11:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak menggandeng Komunitas Rumah Kita (Koruki) dalam mengampanyekan antipolitik uang atau money politics dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Kampanye itu dikemas dalam sebuah acara diskusi dan sosialisasi yang diikuti anggota Koruki, yang mayoritas berasal dari kalangan ibu-ibu di markas Koruki, Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Rabu (11/4/2018).

Dalam acara itu, KPU meminta masyarakat Kota Wali untuk menjadi pemilih cerdas, partisipatif, serta tidak asal pilih saat melakukan pencoblosan pada Pilgub Jateng 2018, 27 Juni mendatang.

“Jangan asal pilih. Jadilah pemilih cerdas.  Cermati dulu sebelum memilih.  Jangan sampai memilih kucing dalam karung,” ujar anggota KPU Demak Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Pramas), Hastin Atas Asih, dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com dari Koruki, Rabu.

Acara betajuk Ngaji dan Sosialisasi Bareng Koruki itu,  dihadiri puluhan warga berbagai macam profesi, di antaranya guru pendidikan anak usia dini (PAUD), guru SD hingga manula.

Sebelum sosialisasi, acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. 

Hastin menambahkan,  sebagai pemilih yang cerdas,  masyarakat hendaknya berani menolak segala bentuk money politics.  Jangan mudah tergoda oleh iming iming shodaqoh politik berapa pun nominal yang diberikan oleh tim sukses pasangan calon (paslon).

“Jangan tergiur iming-iming di awal,  nanti kita menyesal di kemudian hari. Uang Rp100.000 buat beli kerupuk sehari habis. Mari jadi pemilih cerdas, pilih pemimpin yang amanah,  jangan memilih karena embel-embel uang,” imbuh Hastin.

Seperti diketahui, Pilgub Jateng 2018 diikuti dua paslon, yakni Ganjar Pranowo - Taj Yasin, yang diusung PDIP, PPP, dan Partai Demokrat. Sedangkan kandidat lainnya, Sudirman Said-Ida Fauziyah, diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB.

KPU Demak Gencar melakukan sosialisasi Pilgub Jateng 2018 ke berbagai elemen masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya. Hal itu dilakukan menyusul tingkat keikutsertaan masyarakat Demak dalam penyelenggaraan pilkada yang masih rendah, di bawah 50%.

Sementara itu, Ketua Koruki Demak, Kusfitria Martyasih, mengajak  para peserta acara tersebut, yang mayoritas ibu – ibu untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi.  

Dengan adanya acara sosialisasi ini,  kaum ibu bisa lebih mengenali paslon serta visi dan misinya.

“Biasanya, emak-emak nyoblos cari yang ganteng dan ada uang. Jangan matre, asal ada uang main coblos saja. Nah, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa membuka hati dan nurani mereka untuk memilih pemimpin yang baik,” ujar Kusfitria.