Pilkada 2018: Jadi Jargon Kampanye Sudirman-Ida, Ini Arti Mbangun Jateng Mukti Bareng

Sudirman Said dan Ida Fauziyah. (Twitter/sudirmansaid)
13 April 2018 10:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SOLO – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) nomor urut 2 di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pilkada serentak 2018, Sudirman Said-Ida Fauziyah, memiliki jargon untuk mengampanyekan diri. Salah satu jargon pasangan tersebut adalah Mbangun Jateng Mukti Bareng yang memilki makna tersendiri.

Ditilik di laman Internet milik tim media Sudirman Said-Ida Fauziyah, Jatengmuktibareng.com, Kamis (12/4/2018), jargon Mbangun Jateng Mukti Bareng diartikan sebagai upaya dalam mencapai kehidupan yang adil, maju dan beradab di wilayah Jateng. "Mbangun Jateng Mukti Bareng. Mencapai kehidupan warga Jawa Tengah yang Adil, Maju, dan Beradab," begitu penjelasan yang ada di laman tersebut.

Selain itu, Mbangun Jateng Mukti Bareng merupakan wujud keadilan bagi seluruh warga, bukan segelitir saja. "Mbangun Jateng Mukti Bareng merupakan wujud Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang memang semestinya bisa dirasakan oleh seluruh warga dan masyarakat di Jawa Tengah, bukan hanya sebagian kecil warga," lanjut penjelasan di laman Jatengmuktibareng.com.

Jargon tersebut kerap digunakan netizen yang mengaku sebagai pendukung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 sebagai hash-tag atau tanda pagar (tagar) dalam kiriman di media sosial. Selain itu, tagar Mbangun Jateng Mukti Bareng juga kerap disematkan Sudirman dalam setiap kiriman di akun media sosialnya.

Selain Mbangun Jateng Mukti Bareng, Sudirman Said dan Ida Fauziyah beberapa kali menggunakan tagar Jateng Mukti Tanpa Korupsi di beberapa kiriman di media sosial. Jateng Mukti Tanpa Korupsi dapat diartikan Jateng akan sejahtera jika tak ada tindakan korupsi.