Cuaca Ekstrem: Suhu Semarang Panas, Ini Kata BMKG...

Ilustrasi panas (dok. Bisnis.com)
13 April 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Cuaca ekstrem dengan suhu udara panas mencapai 33 derajat celcius kerap melanda Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kota Semarang, Iis Harmoko, menyebutkan sejumlah wilayah di Jateng mengalami kelembaban udara cukup tinggi memasuki musim pancaroba. Kelembaban udara itu bervariatif berkisar antara 60-70%, sehingga membuat suhu udara cenderung hangat.

“Suhu yang lebih hangat membuat udara lebih hangat. Itu tanda sudah memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau. Biasanya jarang terjadi hujan dan hawanya menjadi gerah,” ujar Iis kepada wartawan di Semarang, Jumat (13/4/2018).

Iis menjelaskan musim pancaroba akan terjadi dalam rentang dua bulan ke depan mulai dari wilayah Pantura barat, Pantura timur sampai menuju Wonogiri. Selain itu, musim pancaroba juga melanda wilayah di pegunungan tengah meliputi Kabupaten Banyumas dan Wonosobo.

Ia menyebut adanya peralihan musim dipicu angin timuran yang lebih dominan sehingga membuat udara terasa kering.  Ia pun mengimbau kepada warga untuk menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di jalan raya. Selain itu, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

“Jika pancaroba berkepanjangan dampaknya memang buruk bagi kesehatan masyarakat,” tutur Iis.

Terpisah, Tunggul Kumoro Jati, warga Jl. Singosari Raya, Semarang, mengakui jika udara di Semarang dan sekitarnya terasa panas dan lembab, efek dari musim peralihan atau pancaroba.

“Hawa udaranya gerah, seperti kayak sebelum hujan turun. Tapi, anehnya enggak pernah turun hujan. Suhu udara yang panas juga terjadi saat malam hari,” beber Tunggul. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya