Pilkada 2018: Begini Riwayat Hidup dan Sepak Terjang Sudirman Said

Sudirman Said. (Instagram/sudirmansa1d)
14 April 2018 19:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SOLO – Sudirman Said, pria kelahiran Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), 16 April 1963 silam, diusung sebagai calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 dalam rangkaian pilkada serentak 2018 oleh empat partai, yakni Partai Geridra, PKS, PAN, PKB. Sebelum maju sebagai cagub Jateng, pria berkumis itu sudah memiliki segudang pengalaman di beberapa bidang dan memiliki jejak pendidikan yang cukup gemilang.

Sudirman Said dilahirkan sebagai putra dari Said Suitoharsono, 55 tahun silam. Kini, pria tersebut sudah memiliki tujuah anak dari satu istrinya, Astried Swastika. Ketujuh anak dari cagub yang didampinghi cawagub Ida Fauziyah di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu ada yang sudah bekerja dan ada yang masih bersekolah.

Tercatat di dokumen yang dipublikasikan di laman resmi milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), tiga anak Sudirman Said sudah bekerja, sedangkan empat lainnya masih berstatus sebagai pelajar. Sedangkan istrinya, Astried Swastika, tercatat sebagai ibu rumah tangga.

Masa kecil hingga masa remaja Sudirman Said dihabiskan di wilayah Kabupaten Brebes sebagai anak orang biasa yang mengalami kesulitan dalam hal ekonomi. Bahkan di suatu acara di salah satu stasiun televisi nasional, Sudirman Said mengaku harus menjadi kernet angkot demi membiayai hidupnya kala masih duduk di banhku SMA.

Ia tercatat lulus dari SMAN 1 Brebes pada 29 Januari 1981 silam. Setelah lulus dari bangku SMA, Sudirman Said mulai menempuh pendidikan D-3 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1982 dan lulus pada 1984. Setelah lima tahun berselang, Sudirman Said melanjutkan pendidikan ke jenjang D-4 di sekolah yang sama dal lulus pada 1990. Baru pada 1993, Sudirman Said melanutkan pendidikannya ke jenjang S-2 di George Washington University di Washington D.C., Amerika Serikat (AS).

Lulus dari George Washington University 1994, Sudirman Said bersama beberapa orang lainnya mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) empat tahun berselang. Di organisasi itu, Sudirman Said menduduki jabatan sebagai sekretaris eksekutif. Beberapa tahun berselang, Sudirman Said tercatat menduduki beberapa jabatan di beberapa organisasi, yakni sebagai ketua Yayasan Wakaf Paramadina pada 2004, dewan pengurus nasional Ikatan Keluarga Alumni Stan pada 2010, ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Stan pada 2013, serta ketua Institut Harkat Negeri pada 2016.

Di bidang eksekutif, Sudirman Said juga tercatat pernah menduduki beberapa jabatan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai sekretaris perseroan-integrated supplay serta staf ahli direktur di PT Pertamina (Persero) dari 2007 hingga 2009. Pada 2009 sampai 2014, Sudirman Said pernah menjabat sebagai wakil direktur utama di PT Petrosea, group-chief-of-human di PT Indika Energy, dan direktur capital human di PT Petrosea. Pada 2014, Sudirman Said sempat menjabat sebagai direktur utama PT Pindad (Persero) sebelum akhirnya dipilih menjadi menter energi dan sumber daya mineral (ESDM) untuk Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo. Namun Sudirman Said hanya menjadi menteri ESDM selama dua tahun, hingga 2016.

Kini, pria yang memiliki segudang pengalaman pendidikan dan pekerjaan maju sebagai cagub di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 bersama cawagub Ida Fauziyah. Beberapa program, janji, dan terobosan-terobosan kerap digaungkan Sudirman Said demi mengalahkan gubernur petahana, yakni Ganjar Pranowo, yang kembali mencalonkan diri demi menjadi gubernur Jateng untuk periode kedua.