PPP Apresiasi Gerindra Pastikan Jokowi Tak Hadapi Kotak Kosong di Pilpres 2019

Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Syariah PPP Maimoen Zubair (kanan) di sela-sela pembukaan Munas Alim Ulama PPP di Kota Semarang, Jateng, Jumat (13/4 - 2018).(Antara/Aditya Pradana Putra)
14 April 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengapresiasi sikap Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto yang telah menyatakan kesanggupan maju dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 sesuai amanat partai politiknya.

"Dari PPP memberikan apresiasi terhadap niat Pak Prabowo terkait pencalonan presiden yang akan datang," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy seusai membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP yang merupakan puncak peringatan hari lahir ke-45 partai politik itu di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (13/4/2018.

PPP sebelumnya telah menyatakan sikap mengusung presiden incumbent atau petahana Joko Widodo alias Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua. Periode pertama Presiden Jokowi didapatkan sesudah menglahkan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 silam.

Sebagaimana diwartakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menjalankan mandat dari partai untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2019. Mandat tersebut diberikan Partai Gerindra kepada Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (11/4/2018) lalu.

Menurut Gus Romi—sapan akrab Romahurmuziy, pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai calon dalam Pilpres 2019 itu memuat dua arti. Pertama, berakhirnya spekulasi kotak kosong karena semula Joko Widodo diramalkan tidak akan mendapatkan lawan pada pilpres mendatang.

"Kedua, mengakhiri spekulasi munculnya poros ketiga. Hari ini, dengan parpol yang tersisa tidak memungkinkan terbentuknya poros ketiga. Artinya, hanya akan ada dua poros," kata Romi.

Ditambahkannya, majunya kembali Prabowo dalam Pilpres 2019 akan menjadi rematch atau pertarungan ulang yang harus disikapi dengan menghadirkan kontestasi yang penuh martabat dan beradab. Romi mengajak untuk menyuguhkan permainan politik yang cantik, menghibur, dan menyenangkan agar masyarakat tidak terintimasi dengan kontestasi pesta demokrasi terbesar tersebut.

"Kami berharap seluruh parpol dan komponen masyarakat untuk menyuguhkan kontestasi pilpres yang penuh martabat, beradab, dengan menekan ujaran kebencian yang bernuansa suku, agama, ras, antargolongan [SARA]," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara