Pilkada 2018: Sudirman Said Rayu Generasi Millenial

Para anak muda berebut meminta tanda tangan Sudirman Said saat peluncuran buku Dear Millenneals di Vina House, Semarang, Sabtu (14/4 - 2018). (Istimewa / tim media Sudirman Said)
15 April 2018 21:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Calon gubernur Jawa Tengah (Jateng), Sudirman Said, rupanya mulai melirik generasi muda atau millenial sebagai basis pendukung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2018.

Hal ini ditunjukkan Sudirman Said saat meluncurkan buku berjudul Dear Milleneals di Restoran Vina House, Kota Semarang, Sabtu (14/4/2018).

Dalam siaran pers tim media dan komunikasi Sudirman Said, acara peluncuran buku Dear Milleneals itu dihadiri lebih dari 300 anak muda Kota Semarang.

“Adik-adik perlu melek politik agar sedikit banyak memahami proses mengurus pemerintahan. Tapi bukan politik praktis, dalam artian terjun langsung ke dunia politik. Waktunya belum sampai," terang Sudirman.

Pria yang akrab disapa Pak Dirman itu menjelaskan seluruh jabatan strategis di negara ini diputuskan melalui proses politik. Karena itu penting politik diisi oleh orang-orang baik. "Politik adalah hulu. Kalau hulunya baik, hilirnya, dalam hal ini kebijakan dan orang-orang yang akan dipilih pun orang-orang yang baik," imbuh Pak Dirman.

Pak Dirman juga mengimbau kepada generasi millenial untuk tidak mudah terjebak dengan pencitraan yang dilakukan politikus di media sosial. Acap kali yang tampil di sosial media bukanlah isi yang sesungguhnya.

Pak Dirman menjelaskan beda pencitraan dan reputasi, sebagaimana yang ditulis dalam buku yang diluncurkan itu. Reputasi menurutnya dibangun dalam jangkan yang panjang, bisa dilacak, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Sementara pencitraan adalah bungkus yang tidak menggambarkan fakta yang sesungguh.  Persoalan tidak bisa diselesaikan dengan foto-foto, selfie, kemudian mengunggahnya di media sosial. Butuh ketekunan, kerja keras, kompetensi, dan kejujuran pemimpinnya," katanya lagi.

Terkait dengan proses demokrasi di Jateng, Pak Dirman juga berpesan agar para millenial tidak menyia-nyiakan suaranya. Suara millenial cukup menentukan masa depan Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya