Kampus di Salatiga: Begini Serunya Mahasiswa UKSW Pamerkan Budaya Asli

Suasana pawai budaya mahasiswa UKSW Salatiga, Sabtu (14/4 - 2018). (Istimewa / Humas UKSW)
15 April 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SALATIGA – Ratusan mahasiswa dari 20 etnis di Indonesia yang saat ini mengenyam pendidikan di kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, tampi berbeda Sabtu (14/4/2018). Mereka menggenakan pakaian adat daerahnya guna memeriahkan Pawai Budaya Indonesia International Culture Festival (IICF) 2018.

Pawai yang dibuka oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, bersama Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, dan Pembantu Rektor III UKSW, Andeka Rocky Tanaamah, itu ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Yuliyanto, memberikan apresiasi kepada pihak kampus UKSW Salatiga yang kembali menyelenggarakan pawai budaya.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas diadakannya acara ini. Acara ini sudah berlangsung rutin selama bertahun-tahun. Saya berharap, tahun depan kegiatan ini bisa diadakan lebih meriah lagi,” tutur Yuliyanto, seperti dilansir dalam siaran pers Humas UKSW yang diterima Semarangpos.com, Sabtu (14/4/2018).

Sementara itu, Rektor UKSW dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dari kegiatan ini tergambar realitas budaya Indonesia dan juga kekayaan alam Indonesia lewat replika fauna khas masing-masing etnis yang diarak dalam pawai.

“Lewat rangkaian IICF ini semoga dapat mendorong rasa ingin tahu akan keberagaman budaya Indonesia, rasa saling menghargai dan akhirnya tercipta kebersamaan yang utuh,” kata Neil.

Seperti tahun- tahun sebelumnya, penampilan masing-msing etnis di Bundaran Kaloka menjadi yang ditunggu masyarakat. Masyarakat mulai anak-anak sampai warga dewasa nampak memadati depan rumah dinas wali kota Salatiga yang menjadi lokasi penampilan etnis secara bergantian.

Berbagai macam tarian ditampilkan etnis secara bergantian. Salah satunya adalah penampilan dari Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga (Perkkasa) yang menyuguhkan tarian Tanggis Burung Enggang.

Selain penampilan mahasiswa Kalimantan, tarian yang tak kalah menyita perhatian warga adalah tari Panyembrama yang dibawakan mahasiswa dari Keluarga Besar Bali Salatiga.

Tarian itu pada awalnya ditunjukan untuk menyambut umat yang akan melaksanakan acara keagamaan di pura. Namun seiring berjalannya waktu tarian ini berubah menjadi tarian komersil yang dipentaskan pada acara-acara kesenian.

Pawai Budaya tersebut merupakan pembukaan dari rangkaian IICF tahun ini. IICF akan digelar mulai Selasa-Kamis (17-19/4/2018) di kampus UKSW Salatiga. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya