Wow, Jembatan Kali Kuto di Kendal Mirip Jembatan Holtekamp!

Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua. (docplayer.info/Dirjen Bina Marga).jpg
15 April 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sabtu (14/4/2018), mengungkapkan Jembatan Kali Kuto di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah memiliki desain yang mirip dengan Jembatan Holtekamp, Jayapura, Papua.

Jembatan Holtekamp adalah jembatan yang selama beberapa waktu terakhir ini diangan-angankan warga setempat menjadi landmark baru Jayapura karena kemegahannya. "Ini kayak Jembatan Holtekamp di Jayapura yang ditinjau Pak Presiden. Mirip!" katanya saat meninjau progres jalur tol Pemalang-Semarang, Jateng, Sabtu.

Jembatan Kali Kuto terletak di Kabupaten Kendal, Jateng, berada di jalur jalan tol Pemalang-Semarang yang disebut Basuki salah satu dari dua titik kritis di jalur tol Pemalang-Semarang. Ia menargetkan jalur tol Pemalang-Semarang sepanjang 114 km sudah bisa ditembus pada arus mudik Lebaran 2018 dengan dua titik kritis dalam pengerjaan proyek tol tersebut.

"Satu yang pasti di Jembatan Kali Kuto. Kedua, tadi diceritakan ada 5 km dari 17 km yang dikerjakan PT Sumber Mitra Jaya [SMJ]. Namun, masih sesuai jadwal'," katanya.

Untuk Jembatan Kali Kuto yang didesain mirip dengan Jembatan Holtekamp, kata dia, perakitan struktur jembatan dilakukan di tiga tempat, yakni Serang, Tangerang, dan Pasuruan. Sesuai jadwal, kata dia, setelah pekan ketiga April ini akan mulai perakitan sehingga ditargetkan sudah bisa dimanfaatkan untuk dilalui pemudik pada musim mudik Lebaran 2018.

Titik kritis kedua, kata dia, sebenarnya hanya perlu dilakukan dorongan lebih keras dan sejauh ini masih sesuai jadwal yang diharapkan bisa dikejar untuk dimanfaatkan pada musim mudik Lebaran 2018. "Ya, karena konstruksinya harus vakum segala, perlu waktu. Sekarang, tiap hari sudah bisa 20.000 m3 timbunan. Kami targetkan 25.000-27.000 m3," katanya.

Ia menjelaskan sekitar 1,5 bulan lalu, ketika melakukan evaluasi, baru sanggup menimbun 5.000 m3/hari hingga 7.000 m3/hari sehingga sekarang progresnya sudah baik karena sudah bisa 25.000 m3/hari. "Sekarang, kami cek terus. Pak Dirjen, setiap 2-3 minggu datang ke sini. Cuacanya juga baik, mudah-mudahan bisa dikejar agar bisa dimanfaatkan pada arus mudik Lebaran nanti," katanya.

Untuk jalur jalan tol Batang-Semarang, kata dia, secara keseluruhan dikerjakan oleh PT Waskita Karya, sementara untuk jalur jalan tol Pemalang Batang ada dua kontraktor, yakni PT SMJ dan PT Waskita Karya. "Yang jalur tol Batang-Semarang progresnya 75,4%. Kalau untuk tol Pemalang-Batang ada dua, pertama PT SMJ yang harus ambil 23 km. Tetapi, beberapa kilometer untuk percepatan oleh Waskita," katanya.

Sementara itu, jalur tol Semarang-Solo, kata dia, tinggal jalur Salatiga-Solo yang juga sudah bisa dioperasikan secara fungsional dengan struktur rigid, dan tol Solo-Ngawi sebentar lagi diresmikan. “Jalur tol Solo-Ngawi bisa dioperasikan penuh. Mudah-mudahan, awal Mei 2018. Untuk tol Ngawi-Wilangan kemarin sudah diresmikan, Wilangan-Kertosono mudah-mudahan bisa diresmikan pada bulan puasa," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara