Presiden Ingatkan Persatuan Indonesia Dibangun dalam Kerangka Ketuhanan

Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (Antara/Wahyu Putro A.)
16 April 2018 02:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo mengingatkan persatuan Indonesia dibangun dalam kerangka ketuhanan. Pernyataan itu dikemukakan Jokowi saat melakoni agenda kepresidenan, tampil dalam Silaturahmi Penyuluh Agama se-Jawa Tengah di di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018).

"Bahwa kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan semuanya dibangun dalam kerangka ketuhanan. Harus kita pahami dan sadari bersama," tutur Jokowi di hadapan para penyuluh agama se-Jawa Tengah dan tamu undangan dalam kegiatan yang merupakan agenda kepresidenan tersebut.

Hadir dalam acara itu 5.711 penyuluh agama, baik dari perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat yang mendampingi Presiden dalam acara tersebut, seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma'ruf Amin, dan Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko serta Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Menurut Presiden Jokowi, peran agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangat sentral. Hal itu, sambungfnya, dibuktikan dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjiwai keempat sila lain dalam ideologi dasar negara, Pancasila.

Kepala Negara menjelaskan sebuah hasil penelitian juga menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia, di atas 80 persen, menganggap agama merupakan hal yang sangat penting. "Namun, di saat yang sama juga terpotret bahwa konflik sosial dengan akar agama harus tetap terus diwaspadai, terus diantisipasi. Hal ini lah yang harus menjadi perhatian kita bersama," kata Jokowi sebagaimana dikutip Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dalam pernyataan tertulis yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta.

Presiden lalu mengajak masyarakat tidak menghabiskan energi untuk mempertajam perbedaan. Terutama, kata Presiden, perbedaan yang terkait dengan pilihan dalam pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur, maupun pemilihan presiden.

"Nah ini urusan perbedaan, sekarang di Jawa Tengah ada pilgub dan ada pilihan bupati/walikota ada tujuh. Nanti 2019 ada pilpres, sampaikan kepada masyarakat bahwa pilihan berbeda dalam demokrasi itu biasa. Pilih pemimpin yang paling baik. Setelah coblos rukun kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air, bersama-sama membangun negara ini," kata Jokowi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara