Sexy Dancer Tampil di Pantai Jepara, Pejabat dan Agamawan Protes...

Pertunjukan sexy dancer dalam Reuni Ultah NMax Owner Jateng dan DIY di Pantai Kartini, Kabupaten Jepara, Jateng. (Okezone.com/Ist)
17 April 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pertunjukan hiburan dalam Reuni Ultah NMax Owner Jateng dan DIY yang menampilkan sexy dancer di Pantai Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah membuat heboh khalayak setelah rekaman videonya dibagikan secara viral dengan label “tari erotis” di media jejaring sosial. Pejabat pemerintah dan kalangan agamawan menyampaikan protes, sedangkan polisi sibuk mengkriminalisasi pelakunya dengan tuduhan pornoaksi.

Setelah viral video pertunjukan hiburan disc jockey (DJ) beserta sexy dancer dalam Reuni Ultah NMax Owner Jateng dan DIY yang dilabel judul Tari Erotis di Jepara viral di medsos, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dikabarkan laman aneka berita Okezone.com mengaku geram. Selain mengutuk acara reuni klub motor yang dibumbui tari erotis itu, Marzuqi juga menganggap ulah panitia telah melukai hati masyarakat Jepara.

Bupati Ahmad Marzuqi menyatakan acara tak pantas itu digelar bertepatan saat umat Islam sedang memperingati Isra Mikraj. Untuk itu, dia mengaku telah meminta semua pihak, khususnya pengelola tempat wisata, agar tidak kecolongan dengan kegiatan-kegiatan serupa di kemudian hari. Dia meminta pengelola meningkatkan pengawasan dan memastikan izin acara yang diberikan tak melanggar aturan.

Protes atas acara ini juga disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Jepara, Mashudi, yang kemudian membuat pernyataan bersama dengan Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara. Dia meminta polisi menuntaskan pengusutan kasus ini dan menjatuhkan sanksi pidana kepada pelaku yang terlibat. Menurut Mashudi, tari erotis tersebut bukan hanya melanggar norma hukum, tapi juga melanggar norma lain seperti agama, kesusilaan, dan sosial.

Laman aneka berita Okezone.com, Senin (16/4/2018), mengabarkan aparat Polres Jepara telah menetapkan dua orang anggota panitia penyelenggara Reuni Ultah NMax Owner Jateng dan DIY sebagai tersangka. Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho yang dihubungi setelah video itu viral di media sosial menyatakan anggotanya langsung membubarkan acara begitu menyadari acara tersebut tak sesuai dengan izin awal yang disebutnya hanya bakal menampilkan penyanyi yang diiringi musik organ tunggal.

Ia bahkan mengaku telah menurunkan satu peleton polisi untuk menghentikan acara. Laman aneka berita Okezone.com yang memberitakan kegiatan para pemilik sepeda motor Yamaha N Max Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Pantai Kartini, Jepara, Sabtu (14/4/2018), tersebut tak menyebutkan secara terperinci alasan diturunkannya satu peleton polisi tersebut. Namun tak diungkap pula adanya perlawanan sehingga polisi sampai-sampai harus menurunkan sepeleton aparat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Okezone.com