Polres Jepara Buru 3 Sexy Dancer Pantai Kartini

Pertunjukan sexy dancer dalam Reuni Ultah NMax Owner Jateng dan DIY di Pantai Kartini, Kabupaten Jepara, Jateng. (Okezone.com/Ist)
17 April 2018 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Jajaran Polres Jepara mengaku telah memeriksa belasan orang dan menetapkan tiga tersangka terkait kasus pornoaksi yang mereka tuduhkan kepada panitia Reuni Ultah NMax Owner Jateng dan DIY di Pantai Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018). Polisi mengaku masih memburu tiga sexy dancer yang tampil dalam acara hiburan dalam kegiatan tersebut.

Belasan orang yang telah diperiksa polisi Jepara itu berasal dari panitia penyelenggara dan orang luar yang dinilai mengetahui tentang konsep acara hingga keberadaan penari erotis saat ini. "Saksi yang sudah diperiksa kurang-lebih ada 15 orang, baik itu dari panitia, termasuk orang luar yang mengetahui penari erotis tersebut," kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto sebagaimana dikutip laman aneka berita Okezone.com, Senin (16/4/2018).

Sedangkan tiga tersangka dalam kasus itu adalah anggota panitia penyelenggara dan penyedia sexy dancer. "Selain ditetapkan tersangka, dua panitia serta penyedia penari erotis juga kami tahan," kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, Senin.

Pada mulanya, kisahnya, penahanan dilakukan terhadap dua anggota panitia perayaan ulang tahun klub motor Yamaha Nmax, kemudian tim Resmob Polres Jepara menangkap pula agen penari erotis yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan yang dianggap polisi sebagai pornoaksi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat Polres Jepara, lanjut dia, para penari tersebut berasal dari Semarang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan komunitas pemilik sepeda motor matik Yamaha N Max Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Pantai Kartini Jepara itu berbuntut perkara hukum setelah video acara hiburan dalam kegiatan mereka tersebar di media sosial. Dalam acara hiburan tersebut ditampilkan seorang perempuan disc jockey yang didukung tiga penari. Video itu viral atau menyebar laksana virus karena menyandang judul Tarian Erotis di Jepara.

Heboh video itu membuat Bupati Ahmad Marzuqi dikabarkan Okezone.com geram bahkan mengutuk panitia kegiatan yang disebutnya telah melukai hati masyarakat Jepara karena menggelar acara tak pantas saat umat Islam sedang memperingati Isra Mikraj. Protes atas acara ini juga disampaikan Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Jepara, Mashudi, yang kemudian membuat pernyataan bersama dengan Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara untuk penuntasan pengusutan kasus ini dengan menjatuhkan sanksi pidana kepada pelaku yang terlibat.

Peristiwa tersebut juga memunculkan aksi keprihatinan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Jepara dengan menggelar demo untuk menolak pornografi serta mengecam adanya pertunjukan tarian erotis di Pantai Kartini Jepara. Ketua Yayasan Kartini Indonesia Hadi Priyanto di Jepara, Minggu (15/4/2018), mengaku sangat menyesalkan terjadinya peristiwa pornoaksi yang menurut dia sangat tidak patut ditonton. Aksi tersebut, imbuhnya, bertolak belakang dengan semangat emansipasi dan kesetaraan yang dicita-citakan R.A. Kartini.

Polisi tak langsung menangkap para penari yang dipersoalkan masyarakat Jepara karena telanjur kabur setelah acara dihentikan. Sementara aparat yang bertugas di lapangan, katanya, fokus pada panitia kegiatan. "Begitu acara ulang tahun yang diwarnai acara 'sexy dancer' dibubarkan, para penarinya juga ikut pergi," ujar Kapolres Yudianto Adhi Nugroho.

Akibat peristiwa tersebut, para tersangka dikenakan pasal 33 Undang-Undang nomor 44/2008 tentang Pornografi, sedangkan penarinya bakal dikenakan pasal 34. "Proses lanjut untuk kasus pornoaksi di Pantai Kartini masih kami dalami siapa-siapa yang akan kami jadikan tersangka lagi. Nanti pasti berkembang, di situ banyak orang yang tahu kan? Tempat umum, tempat wisata, tidak hanya orang Jepara saja," imbuh AKP Suharto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara, Okezone.com