Ganjar Pranowo Ngangkring Lintas Agama di Temanggung

Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan warga Desa Badran, Kecamatan Kranggang, Temanggung, Jateng, Senin (16/4 - 2018). (Okezone.com/Ist)
17 April 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG – Calon gubernur Ganjar Pranowo mengisi masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Senin (16/4/2018) malam, dengan menghadiri acara Ngangkring Lintas Agama di Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

Tarian Gedroex Abluk Joyo yang disajikan anak-anak desa dengan rancak dan riang gembira menyambut kehadiran Ganjar Pranowo di desa itu. Warga desa juga menyambut Ganjar dengan musik rebana. Sebelum dialog bertajuk Ngangkring Lintas Agama bareng Ganjar dimulai, mereka menyenandungkan selawat dengan nada yang diadaptasi dari lagu dangdut Jaran Goyang.

Inti acara itu adalah dialog para tokoh lintas agama plus penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bersama calon gubernur Ganjar Pranowo dan calon bupati Temanggung Bambang Sukarno. Ganjar pun mengapresiasi eratnya kerukunan dan tingginya toleransi beragama di Desa Badran dalam dialog yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB itu.

Ganjar juga mengapresiasi kecakapan remaja setempat yang menggagas dialog tersebut. Salah satunya Nisa yang berani maju ke depan berhadapan dengan Ganjar. "Jangan sampai kita tercerai berai karena bangsa kita mudah dipecah belah kalau tidak bersatu," kata siswa kelas XII SMA 2 Temanggung itu seperti dipublikasikan laman aneka berita Okezone.com, Selasa (17/4/2018).

Ganjar sangat setuju dengan ucapan gadis berkerudung itu. Disampaikannnya, bahwa Indonesia merdeka berkat usaha seluruh elemen bangsa. Tak ada satu orang atau kelompok pun yang boleh mengklaim sebagai satu-satunya yang berjasa atas kemerdekaan itu. "Bung Karno dan Bung Hatta sadar betul, makanya menuliskan naskah proklamasi atas nama bangsa Indonesia. Maka dasar negara juga ditentukan dengan musyawarah para tokoh pendiri bangsa," katanya.

Meski acara berlangsung hampir tiga jam, warga tak beranjak hingga kelar. Selain dialog dikemas segar dengan guyonan, hiburan musik blues dan akustik membuat suasana tak terasa menjemukan. Suguhan teh dan gorengan hangat dari angkringan juga membuat warga tak beranjak hingga larut malam.

Dian, salah satu penggagas acara, mengatakan, dialog dilangsungkan karena pemuda Desa Badran gelisah dengan maraknya isu SARA dibalut berita hoax di media sosial. Menjelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, pemuda memutuskan mengundang para kandidat yang memiliki komitmen anti SARA dan menjaga keutuhan bangsa.

"Maka kami mengundang Pak Ganjar untuk bersama-sama kami nantikan petuahnya bagaimana menjaga agar pemuda tidak mudah terombang-ambing berita hoax dan fitnah ini," tukasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Okezone.com