Sudirman Anggap Hadapi Data Kosong, Ganjar Klaim Gagal Diprovokasi di Debat Pilgub Jateng

Suasana Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 di Ballroom Hotel Patra Jasa, Semarang, Jumat (20/4 - 2018) malam. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
21 April 2018 09:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 di Ballroom Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (20/4/2018) malam, berlangsung seru. Seusai debat kandidat itu, Kubu Sudirman -Ida mengumbar anggapan calon petahana kerap mengungkap data kosong. Sedangkan, Ganjar Pranowo mengklaim gagal diprovokasi rivalnya dalam debat tersebut.

Calon gubernur nomor urut 2 pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, Sudirman Said, menilai lawannya, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, banyak menyampaikan rencana dan bukan hasil kerja selama menjabat sebagai gubernur dan anggota DPRD Jateng.

Tokopedia

Hal itu disampaikan Sudirman dalam sesi jumpa pers seusai Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 yang digelar KPU Jateng di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat malam. “Ternyata yang dikatakan pasangan petahana tadi lebih banyak menjelaskan rencana dan bukan apa yang telah dikerjakan selama ini. Jadi kami yakin, percaya masyarakat Jateng akan memilih kami,” ujar Sudirman saat sesi jumpa pers.

Sudirman menilai argumen Ganjar saat menanggapi persoalan kemiskinan dan Kartu Tani tidak relevan. Bahkan saat menjelaskan persoalan penyaluran dana ke pondok pesantren (ponpes) maupun madrasah di Jateng, pasangan Ganjar-Yasin, sempat mengakui bahwa mereka belum bekerja selama ini.

Sementara itu, Ida menilai waktu debat sangat terbatas sehingga pihaknya tidak mampu menjelaskan janji 22 kerja yang akan dilakukan jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. “Kami belum menjelaskan persoalan pendidikan dan kesehatan juga. Soal IPM [Indeks Pembangunan Manusia] di Jateng yang ternyata di bawah angka nasional,” tutur Ida.

Terpisah, Ganjar mengaku sangat bisa meladeni lawan politiknya di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu dalam debat terbuka. Ia menilai pasangan lawan gagal memprovokasi dirinya melalui berbagai pertanyaan seperti Kartu Tani maupun KTP elektronik.

“Saya senang bisa menunjukkan debat yang cerdas. Sejak awal, kami sudah diprovokasi dengan statment awal. Alhamdulillah kami enggak kepancing. Tadi, dia bilang Kartu Tani gagal. Lantas dibilang KTP elektronik itu data. Nah, kenapa Kartu Tani mau dihapus. Kartu Tani itu data. Berarti kalau mencabut Kartu Tani mencabut data. Eh dia enggak bisa jawab,” papar Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya