Apindo Jateng Tolak 9 Hari Libur Lebaran

Ilustrasi tidak bekerja. (boldsky.com)
24 April 2018 01:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menolak perubahan atas kalender yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah. Perpanjangan masa libur dan cuti bersama Lebaran 2018 dari semula tujuh hari menjadi sembilan hari dinilai merugikan pengusaha.

"Kalau beberapa hari setelah Lebaran harus kirim barang, bisa kacau kalau karyawan masih pada libur. Nanti siapa yang bisa ganti kerugian itu?" tanya Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, Senin (24/4/2018).

Frans mengungkapkan dengan memperpanjang libur dan cuti bersama Lebaran 2018 dari tujuh hari menjadi sembilan hari, maka sama saja dengan membenturkan kepentingan kelompok pengusaha dengan para buruh. Dia mengklaim, setiap pengusaha terutama yang bergerak di industri padat karya akan menelan kerugian berlipat ganda bila masa liburan diperpanjang.

Kerugian yang paling dirasakan, kata Frans tentunya berkaitan pemberian upah tambahan bagi buruh yang masuk kerja dalam rentang tanggal libur Lebaran. "Buruh kan punya hak cuti selama 12 hari setahun. Kalau Lebaran ini, kami bisa memaklumi, mereka butuh cuti di luar tanggal merah. Tapi ya sewajarnya. Maksimal lima hari. Biasanya sehari sebelum Lebaran dan dua hari setelah Lebaran," ucapnya.

Jika libur Lebaran bertambah banyak,lanjut dia, maka pengusaha terpaksa mengubah seluruh jadwal produksi tahunan. Cuti bersama yang sangat panjang juga menjadi masalah ketika bersinggungan dengan perbankan. Jika 12 hari itu semua perbankan tutup dan tidak menerima transaksi, perputaran keuangan sangat terganggu. “Kalau bank tutup 12 hari maka akan sangat merugikan pengusaha sebab, nanti proses produksi akan tersendat akibat libur yang terlalu lama," ucapnya.

Sebagai solusinya, dia menyarankan kepada Kemenaker untuk tidak mewajibkan semua pihak ikut cuti bersama, melainkan bersifat imbauan. Jika pengusaha tidak melakukan itu, tidak terkena teguran dari pemerintah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis