Camat Mijen Diperiksa Polrestabes Semarang soal Dugaan Pungli Parkir

Camat Mijen Kota Semarang M. Yenuarso. (kecmijen.semarangkota.go.id)
30 April 2018 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Camat Mijen M. Yenuarso akhirnya tak bisa lagi mengelak pemeriksaan polisi terkait dugaan pungutan liar (pungli) di sekitar Sirkuit Mijen yang diungkap Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Kota Semarang. Penyidik Tindak Pidana Korupsi Reskrim Polrestabes Semarang telah memanggilnya untuk menjalani pemeriksaan, Senin (30/4/2018) ini.

Wakil Kapolrestabes Semarang AKBP Enrico Sugiarto, di Semarang, Minggu (29/4/2018), mengonfirmasi rencana pemeriksaan Yenuarso itu. Namun, diakuinya, Yenuarso masih akan diperiksa dalam kapasitas saksi. "Surat panggilan sudah disampaikan, akan diperiksa Senin," katanya.

Menurut dia, Yenuarso akan dimintai klarifikasi berkaitan dengan kronologis perizinan dan penarikan uang parkir yang melebihi ketentuan oleh para pengelolaan parkir di sekitar sirkuit. Pemeriksaan, lanjut dia, bukan hanya dilakukan polisi terhadap Camat Mijen, namun juga lurah serta kelompok pemuda setempat yang diduga mengelola parkir tersebut.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kota Semarang menyelidiki dugaan pungutan retribusi parkir terhadap masyarakat di sekitar Sirkuit Mijen Semarang yang diduga melibatkan camat setempat. Enrico Sugiarto Silalahi selaku ketua Tim Saber Pungli Kota Semarang mengakui penindakan itu didasarkan atas laporan masyarakat itu.

Sesuai perda, parkir sepeda motor seharusnya dipungut Rp1.000 dan mobil Rp2.000. Nyatanya, dalam pelaksanaan kegiatan di Sirkuit Mijen, 6-7 April 2018 lalu, tarif parkir yang diberlakukan adalah Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara