Kota Semarang Bakal Miliki Bridge Fountain Pertama di Indonesia

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau proyek dancing fountain di Taman Indonesia Kaya di Jl. Menteri Supeno, Semarang, Senin (30/4 - 2018). (Istimewa/Humas Pemkot Semarang)
01 Mei 2018 09:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarangberencana membangun bridge fountain atau jembatan air mancur. Jika hal ini terwujud, Kota Semarang pun akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki bridge fountain.

Rencana pembangunan bridge fountain ini diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau pengerjaan dancing fountain (air mancur menari) di Taman Indonesia Kaya Kota Semarang, Senin (30/4/2018).

Tokopedia

“Kalau untuk dancing fountain di Taman Indonesia Kaya ini akan selesai dikerjakan pada bulan Mei. Setelah itu akan dikerjakan bridge fountain di Banjir Kanal Barat [Kanal Banjir Barat]. Targetnya selesai bulan November,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin.

Selama ini belum ada satu daerah pun di Indonesia yang memiliki bridge fountain. Di Korea Selatan, bridge fountain selalu menjadi daya tarik wisatawan seperti Banpo Bridge Fountain yang ada di Kota Seoul.

Di lokasi itu bahkan kerap digelar pertunjukan Moonlight Rainbow Fountain yang selalu diburu para wisatawan saat berkunjung ke Seoul. Bahkan pertunjukan air mancur di jembatan yang melintasi Sungai Han itu juga tercatat dalam Guines World Record sebagai pertunjukan air mancur jembatan terpanjang di dunia.

Sementara itu, bridge fountain di Kota Semarang pun rencana juga akan menyuguhkan atraksi jembatan air mancur warna-warni seperti di Korea Selatan. Proyek yang menjadi bagian dari program peningkatan pariwisata Kota Semarang itu diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp17 miliar dan dikerjakan di jembatan Banjir Kanal Barat.

Hendi mengatakan pengerjaan Bridge Fountain Banjir Kanal Barat saat ini sudah memasuki persiapan lelang. “Kalau untuk DED [Detail Engineering Design] sudah selesai. Saat ini sedang dalam proses lelang dan pengerjaannya memakan waktu sekitar 6 bulan,” terang Hendi.

Sementara itu untuk pengerjaan air mancur menari di Taman Indonesia Kaya, Hendi mengungkapkan saat ini telah mencapai 25%. “Untuk pengerjaannya, dengan anggaran sekitar Rp3,8 miliar memang lebih banyak yang sifatnya mekanis dan elektris, kalau fisiknya sudah hampir selesai dan besok sudah mulai dipasang alat-alat untuk air mancur,” terang politikus PDIP itu.

Hendi menyebutkan dengan adanya dua objek air mancur itu, pihaknya pun menargetkan peningkatan jumlah wisatawan  yang signifikan di Kota Semarang.

“Dengan adanya dua objek wisata baru di tahun 2018 ini, saya yakin pada 2019 nanti jumlah wisatawan yang datang ke Semarang bisa didorong mencapai 7 juta orang per tahun,” tutur Hendi.