Bank Indonesia Gelar Festival Ekonomi Syariah di Semarang

Ilustrasi
03 Mei 2018 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bank Indonesia Perwakilan Jateng menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) dengan tema "Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah", Rabu-Jumat (2-4/5/2018). Agenda yang digelar di Kota Semarang itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi syariah kepada masyarakat Jateng.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan, Fesyar Regional Jawa tahun 2018 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Forum (ISEF). Fesyar di Jawa Tengah ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun sebelumnya pelaksanaannya digelar di Jawa Barat.

"Fesyar Regional Jawa tahun 2018 juga merupakan kegiatan Road to IMF-World Bank Annual Meeting yang akan diadakan pada bulan Oktober 2018.Tujuan dari pelaksanaan Fesyar di regional, termasuk di Jawa adalah agar pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan secara merata di seluruh Indonesia untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional," kata Hamid, Senin (30/4/2018).

Menurut Hamid Fesyar diharapkan dapat mengidentifikasi serta mendorong tokoh-tokoh inspiratif ekonomi syariah yang telah ada saat ini agar dapat menjadi motor penggerak bagi lingkungan sekitarnya. Sebab, tema besar Fesyar Regional Jawa tahun 2018 terkait peran pesantren dan industri halal.

Hamid menambahkan peran sentral pesantren sebagai salah satu sendi utama ekonomi syariah dan kawah candradimuka untuk menghasilkan pemimpin tangguh seperti yang pernah terjadi di masa lalu menjadi penting untuk diperkuat, melalui penguatan sisi kelembagaan, linkage bisnis antarpesantren, dan penerapan model bisnis SDI yang mengedepankan aspek gotong royong dalam hal permodalan seperti yang dilakukan dalam crowd funding.

Kegiatan Fesyar Regional Jawa 2018, di samping melibatkan sinergi antar-Kantor Perwakilan Bank Indonesia, juga melibatkan sinergi dengan segenap pemangku kepentingan terkait, antara lain Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, termasuk dengan Universitas, Akademisi, Sekolah Menengah Atas, Pesantren, Pelaku Usaha Syariah, dan Lembaga Keuangan Syariah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis