Pemkot Semarang Gagal Lagi Putus Listrik Pasar Kobong

Para pedagang di Pasar Rejomulyo yang lebih kondang disebut Pasar Kobong Semarang menggelar unjuk rasa menolak pemutusan aliran listrik di pasar tersebut, Kamis (3/5 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
03 Mei 2018 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemkot Semarang kembali gagal menggusur pedagang di Pasar Rejomulyo yang lebih kondang disebut Pasar Kobong Semarang meskipun sudah menyiapkan rencana matang dengan cara memutus aliran arus listrik, Kamis (3/5/2018).

Rencana Pemkot Semarang memutus aliran arus listrik di Pasar Rejomulyo alias Pasar Kobong itu pupus setelah para pedagang ikan basah yang selama ini berjualan di pasar tradisional itu menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menolak pemutusan jaringan listrik yang direncanakan Dinas Perdagangan Kota Semarang, dua pekan menjelang Ramadan 2018 itu.

Bukan hanya mempersoalkan pemutusan listrik menjelang Ramadan dan Lebaran 2018, pedagang Pasar Rejomulyo alias Pasar Kobong dalam demonstrasi mereka tegas menyatakan menolak dipindah ke Pasar Rejomulyo Baru yang sudah dibangun pemerintah kota setempat. Sebagaimana kerap dilaporkan Kantor Berita Antara, rancangan pasar yang tak sesuai dengan kebutuhan pedagang ikan basah menjadi alasan utama penokan mereka.

Pemutusan aliran listrik di Pasar Rejomulyo alias Pasar Kobong, Kamis ini, telah dijadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya oleh Pemkot Semarang. Beritanya digemakan melalui berbagai media massa. Mestinya, jika berlangsung sesuai rencana, pemutusan arus listrik itu dilanjutkan pembongkaran lapak-lapak milik pedagang oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Nyatanya, rencana Pemkot Semarang itu tak mampu menyurutkan langkah para pedagang ikan basah Pasar Rejomulyo alias Pasar Kobong. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengakui pedagang telah mengajukan somasi kepada PT PLN sehingga badan usaha milik negara (BUMN) itu menunda pemutusan aliran listrik yang sudah digembar-gemborkan Pemkot Semarang melalui aneka media massa.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Semarang yang mengaku sudah berkoordinasi dengan PT PLN sudah pernah melansir rencana memutus aliran listrik di Pasar Kobong dan gagal setelah ditolak pedagang sebagai pelanggan PLN. "Saya tidak tahu jika pedagang Pasar Rejomulyo bisa langsung mengakses PLN sehingga pemutusan [aliran listrik] ditunda. Dulu, PLN juga tidak berani memutus aliran listrik," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto setelah rencana yang telah dipublikasikannya kandas untuk kali kedua.

Ketua Bidang Advokasi Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang Zainal Abidin Petir mengatakan sudah berkoordinasi dengan PLN untuk menunda pemutusan aliran listrik. "Saya mewakili pedagang semalam melakukan konsolidasi dengan PLN dan menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Karena tempat dagangan mereka [relokasi] belum layak ditempati," katanya.

Sesuai dengan perundang-undangan tentang konsumen, kata dia, pedagang berhak mendapatkan aliran listrik, apalagi sedang apa upaya hukum lebih lanjut yang dilakukan pedagang Pasar Kobong. "Pihak PLN bersedia menunda rencana pemutusan listrik di Pasar Kobong. Ya, saya berharap Pemkot Semarang bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan," kata Zainal.

Gagal mewujudkan rencana memutus aliran listrik, Dinas Perdagangan Kota Semarang mencoba melanjutkan langkah dengan mengerahkan alat berat untuk membongkar lapak pasar tradisional tersebut. Gara-gara aparatur Pemkot Semarang langkah itu, lapor Kantor Berita Antara, sempat terjadi ketegangan. Sopir alat berat itu langsung menyingkir setelah sejumlah pedagang Pasar Rejomulyo alias Pasar Kobong menghampirinya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara