Kekayaan Ganjar Bertambah Rp3 M, Ini Kata KPK

Ganjar Pranowo di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jateng, Jumat (27/4 - 2018). (Instagram/@ganjar_pranowo)
08 Mei 2018 19:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANGKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)merilis data terbaru harta kekayaan para kandidat pemilihan kepala daerah (pilkada) dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018. Dalam data yang dirilis KPK itu, kekayaan calon gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengalami kenaikan sekitar Rp3 miliar dari saat kali pertama menjabat sebagai Gubernur Jateng pada 2013 lalu.

Deklarasi Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) itu digelar KPK di Hotel Quest, Kota Semarang, Selasa (8/5/2018).

Selain Ganjar, juga merilis daftar kekayaan kandidat lainnya di pilkada dan Pilgub Jateng 2018, seperti Sudirman Said, Taj Yasin, maupun Ida Fauziyah. Sudirman Said dilaporkan memiliki kekayaan sekitar Rp4.672.784.760 atau lebih rendah dari harta kekayaan Ganjar yang mencapai Rp6.729.155.082.

Sementara, Taj Yasin yang menjadi pasangan Ganjar pada Pilgub Jateng 2018 dilaporkan memiliki kekayaan mencapai Rp3.061.935.581. Harta mantan anggota Komisi E DPRD Jateng itu lebih rendah dibanding milik pasangan Sudirman Said, Ida Fauziyah, yang mencapai Rp19.896.950.728.

Penasihat KPK, Mohammad Tsani Annafari, menilai wajar jika harta kekayaan yang dilaporkan para kandidat pilkada dan Pilgub Jateng itu mengalami kenaikan dari sebelumnya.

“Secara spesifik saya tidak begitu tahu karena saya bukan penalaah LHKPN. Tapi, pada umumnya kenaikan itu wajar karena yang mengalami kenaikan itu seperti aset tetap [tanah]. Kenaikan berdasarkan NJOP [Nilai Jual Objek Pajak]. Dulu NJOP-nya berapa, sekarang berapa. Tentunya bertambah. Itu yang membuat harta kekayaannya naik,” beber Tsani saat sesi jumpa pers seusai acara Deklarasi LHKPN Calon Kepala Daerah Jateng di Hotel Quest.

Jika dilihat secara keseluruhan dari daftar LHKPN para kandidat yang bersaing di pilkada atau Pilgub Jateng 2018, calon wali kota Tegal, A. Ghautsun, menjadi yang terkaya. Ia memiliki daftar kekayaan mencapai Rp22.564.448.418.

Sementara, kandidat termiskin disematkan kepada calon wakil bupati Temanggung, Irwan Prasetyadi. Petahana wakil bupati Temanggung itu dilaporkan hanya memiliki kekayaan sekitar Rp299.040.000.

“LHKPN ini diumumkan sebagai sarana pengendalian internal karena setiap perubahan hartanya harus dilaporkan setiap tahun dan dapat diawasi masyarakat. Bagi masyarakat, pengumuman LHKPN ini sebagai salah satu penilaian untuk menentukan calon kepala daerahnya. Jika tidak benar, tidak usah dipilih,” beber Tsani. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya