Jateng Bakal Dilintasi 9,5 Juta Pemudik

Ilustrasi kepadatan arus lalu lintas. (Bisnis/Dedi Gunawan)
09 Mei 2018 13:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono memprediksi jumlah pemudik yang bakal melintasi wilayah Jateng pada musim mudik Lebaran 2018 mendatang bakal mengalami kenaikan 15,91% dari tahun 2017 lalu yang tercatat hanya 8,2 juta orang menjadi 9,5 juta orang. Karenanya, Pemprov Jateng diklaimnya menempuh berbagai upaya demi menyiapkan pemenuhan kebutuhan pemudik, seperti kebutuhan pokok masyarakat, moda transportasi, serta infrastruktur.

Hal itu disampaikan Sekda Jateng Sri Puryono saat paparan Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan, Industri dan Perdagangan (Ekuinda) Provinsi Jateng dalam rangka menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2018, di Gedung Grhadhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (8/5/2018).

Menurut Sekda Sri Puryono, sebagian besar pemudik yang memasuki Jateng saat musim mudik Lebaran 2018 itu diprediksi bakal menggunakan sekitar 2 juta unit kendaraan. “Untuk kelancaran arus mudik, kami juga menyelenggarakan layanan mudik gratis pada 10 Juni 2018. Armadanya terdiri atas 40 unit bus dari Pemprov Jateng, 75 unit dari pemkab dan pemkot, Bank Jateng. Ada pula mudik gratis menggunakan kereta api pada 12 Juni,” jelasnya

Meskipun arus mudik dan balik Lebaran 2017 berlangsung lancar, Sri Puryono menilai masih banyak yang perlu diperbaiki, di antaranya masih ada angkutan massal yang tidak laik jalan, perlunya pemasangan rambu-rambu, lampu penerangan dan pengamanan di ruas-ruas jalur alternatif. “Seperti saat tinjauan Lebaran tahun lalu di Purwokerto, ada beberapa bus yang tidak lengkap. Bahkan ada bus yang kaca spionnya ditali rafia. Kelayakan dan kelengkapan kendaraan pemudik harus diperhatikan demi keselamatan semua,” tuturnya.

Terkait pengaturan pemanfaatan jalan tol yang belum beroperasi, lanjut Sekda, akan dilakukan sistem buka tutup sesuai kebutuhan. Penyelesaian jalan tol juga diharapkan dapat dipercepat dengan memperbanyak exit tol, setidaknya exit tol sementara.

Sri menambahkan, pada musim mudik Lebatan mendatang, rencananya akan difungsikan sementara ruas tol Salatiga-Boyolali untuk satu arah. Sementara, ruas tol Kartasura-Ngawi akan dioperasionalkan.

Untuk tol dari wilayah barat mulai dari ruas Pejagan-Pemalang, tepatnya exit tol Gandulan sampai Krapyak dapat dilalui secara fungsional. Sedangkan pada exit tol Pemalang barat dan Gandulan, akhir jalur tol berbayar di ruas jalan tol Pejagan-Pemalang perlu ada rekayasa lalu lintas.

Lebih lanjut Sekda mengatakan, berbagai kemungkinan kendala harus diantisipasi dan dicarikan solusi, sehingga dapat meminimalisasi masalah yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat dan stabilitas wilayah. Dengan demikian, simpulnya memupuk harapan, umat muslim dapat menunaikan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan khusyuk, aman, dan damai meskipun 2018 ini merupakan tahun politik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis