Begini Solusi Wali Kota Hendi Atasi Krisis Air PDAM

Armada tangki air PDAM Tirta Moedal yang siap didistribusikan ke rumah warga yang terdampak penuruan debit air dari IPA Kudu. (Istimewa/Humas Pemkot Semarang)
10 Mei 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang rupanya tak tinggal diam dalam menghadapi krisis air yang melanda sejumlah wilayah di Semarang timur akibat tak mendapat pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku telah menginstruksikan PDAM Tirta Moedal untuk mendistribusikan 75 tangki air per hari ke wilayah timur Semarang yang terdampak krisis air akibat menurunnya debit air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu.

Tercatat ada 50.274 masyarakat pelanggan PDAM di wilayah timur Kota Semarang yang terdampak gangguan aliran air dari IPA Kudu. Gangguan aliran air tersebut diakibatkan penurunan debit pasokan air baku ke IPA Kudu, Genuk, yang diambil dari Bendung Kletak, Klambu, Kabupaten Grobogan.

“Kita sosialisasikan untuk warga terdampak gangguan aliran PDAM yang dari IPA Kudu bisa menghubungi nomor 024-76920999 untuk mendapat layanan air tangki. Gratis! Tidak dipungut biaya, terutama untuk masyarakat di wilayah timur,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Rabu (9/5/2018).

Hendi menjelaskan satu unit tangki bisa membawa sekitar 5.000 liter air ke rumah-rumah warga. “Hari ini saya cek, pengiriman tangki air berjalan lancar dan ini merupakan penanganan darurat yang dilakukan PDAM. Tentu saja, selain itu PDAM juga mengupayakan agar pasokan air di IPA Kudu segera normal,” terang Hendi.

Terkait normalisasi distribusi air dari IPA Kudu, Hendi mengaku sudah ada beberapa upaya yang dilakukan PDAM.

“Laporan yang masuk ke saya, PDAM sudah mengupayakan penambahan air baku dari Sungai Dombo di Sayung, Sungai Serang di Gubug, dan beberapa sungai lainnya. Bila itu belum mencukupi maka akan diambilkan air dari IPA Kaligarang,” terang Hendi.

“Namun tentu saja butuh waktu untuk memasang pompa air untuk mengambil pasokan air dan lainnya, harapan saya tentu saja bisa lebih cepat normal dari estimasi awal,” tutur politikus PDIP itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya