Dugderan Semarang Dipusatkan di Seputaran MAJT

Aktivitas pedagang di pasar rakyat dugderan yang secara tradisi digelar di Kota Semarang untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. (Antara)
10 Mei 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pimpinan DPRD Kota Semarang mengingatkan pergelaran Pasar Rakyat Dugderan yang merupakan agenda rutim Kota Semarang menyambut datangnya bulan puasa ramadan dipusatkan di satu titik, yakni seputaran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

"Kawasan Pasar Yaik Baru kan masih dalam tahap renovasi, sementara Pasar Johar seluruhnya masih tahap pembangunan," kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Kota Semarang, Senin (7/5/2018). Ia menanggapi munculnya aktivitas Pasar Rakyat Dugderan yang dilengkapi wahana permainan seperti tong setan, komidi putar, dan bianglala di eks Pasar Yaik Baru Semarang.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Supriyadi menegaskan Pasar Rakyat Dugderan tidak pas ditempatkan di eks Pasar Yaik Baru yang baru saja dibongkar, apalagi berseberangan langsung dengan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman. Terlebih, kata dia, adanya wahana permainan berskala besar yang dikhawatirkan akan menimbulkan kebisingan dan mengganggu aktivitas ibadah di Masjid Kauman yang letaknya sangat berdekatan.

"Kan ada musik-musik keras di wahana permainan itu, identik juga dengan dangdutan [konser musik dangdut]. Berarti, selama ini tidak terkoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kota Semarang maupun takmir masjid," katanya.

Kalaupun berizin, kata dia, tentunya keliru dan harus ditinjau ulang karena harus melalui persetujuan takmir masjid dan warga setempat, atau bisa juga ada permainan dari oknum yang harus ditindak tegas jika terbukti. "Kalau tidak ada izin, berarti itu wahana permainan yang liar. Eks Pasar Yaik Baru sudah tidak relevan dan representatif lagi dijadikan arena Dugderan. Ya, dipusatkan saja semua di kawasan MAJT Semarang," katanya.

Dengan adanya protes dari warga dan takmir masjid, Supriyadi memaklumi karena keberadaan wahana-wahana permainan berskala besar pasti akan menimbulkan kebisingan yang bisa mengganggu aktivitas masjid. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang menegaskan keberadaan wahana permainan yang berskala besar memang tidak diizinkan didirikan di eks Pasar Yaik Baru Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara