Pemprov Jateng Jadikan UMKM Penyangga Ekonomi Masyarakat

Pelaksana Tugas Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko. (Bisnis/Dok.)
11 Mei 2018 01:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan masyarakat Jawa Tengah agar sektor perdagangan dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tingkat lokal terus hidup. Dengan begitu, roda perekonomian Jateng terus berputar dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

“Apalagi selama ini UMKM menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah. Tidak sedikit warga menggantungkan hidupnya dari sektor UMKM,” ujar Pelaksana Tugas Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dalam keterangan pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (10/5/2018).

Menurutnya, banyak UMKM menjadi sumber pendapatan utama masyarakat kalangan bawah karena UMKM telah banyak membuka lapangan kerja. Bahkan, lanjut Heru, sebagian besar tenaga kerja yang terserap tidak dituntut harus berpendidikan tinggi atau memiliki keahlian tertentu.

“Beragam produk yang ada di pameran ini sebagian besar adalah buatan masyarakat kita, produk UMKM. Maka kita harus mendorong masyarakat untuk membeli dan mengkonsumsi produk lokal,” tuturnya saat membuka pameran UMKM..

Dari beragam produk karya dalam negeri, lanjut Heru, setidaknya ada dua produk yang menjadi kebutuhan pokok dan merupakan buatan lokal atau bukan barang impor. dalam hal ini dia mencontohkan makanan, minuman, serta sandang atau pakaian.

“Kenapa pangan dan sandang? Karena sebenarnya potensi sektor makanan dan minuman itu luar biasa. Terlebih penduduk Indonesia sangat besar dan setiap hari semua orang butuh makan dan minum,” tambahnya.

Mantan Bupati Purbalingga itu menegaskan, apabila masyarakat mempunyai komitmen hanya membeli atau mengonsumsi produk lokal atau bukan impor, maka ekonomi kerakyatan akan tumbuh. Terutama dari sektor produk makanan dan minuman.

Dalam pembukaan pameran bertema “Penguatan Daya Saing Ekonomi Daerah yang Berbasis pada Potensi Unggulan Daerah dan Prioritas pada Ekonomi Kerakyatan” itu, Heru berharap berbagai produk makanan, minuman, maupun pakaian yang bisa diproduksi oleh masyarakat tidak perlu impor.

Jika gerakan pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang dengan produk lokal terus digalakkan, ekonomi masyarakat juga akan semakin meningkat. Gerakan seperti ini perlu kita galakkan bersama termasuk oleh kalangan pers dan kepala daerah.

“Sebenarnya ada banyak produk luar negeri yang masuk pasar Indonesia, padahal kita mampu memproduksi sendiri atau tidak perlu impor. Sebagai contoh gandum, meski dibutuhkan tetapi kalau tidak mengimpor gandum masyarakat Indonesia tidak akan mati,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis