Alquran Kuno Dipamerkan di Kudus, Aneka Kegiatan Mengiringi...

Pengunjung mengamati Alquran kuno yang dipamerkan di Lapangan Qudsiyyah, Jl. H.R. Asnawi, Kudus, Jateng. (Antara/Ahmad Nazaruddin Lathif)
12 Mei 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selama sepekan mulai Rabu (9/5/2018), memamerkan sejumlah Alquran kuno untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kantor Berita Antara menyebut pameran itu hanya menampilkan mushaf atau bagian naskah Alquran yang bertulis tangan.

Disebutkan oleh Antara, di antara benda cagar budaya yang dipamerkan di Kudus itu terdapat replika Alquran dari masa Kerajaan Shafawi di Persia abad 16 M-18 M. Ada pula Alquran semacam yang digunakan pada masa kerajaan Mughal, Masyhad al-Huseein, Kairo Mesir yang ditulis akhir abad ke-1 dan mushaf Alquran masa Dinasti Abbasiyah yang ditulis di atas kulit binatang dengan tinta emas dan cokelat. Terdapat juga, menurut Antara, mushaf Ibu Tien asli tulis tangan yang mulai dikerjakan pada 17 Januari 1998, ditulis di atas kertas hammer durex dengan pena handam, warna tinta hitam untuk kaligrafi dan berbagai warna untuk iluminasi.

Pengunjung pameran Alquran di Kudus itu juga akan disuguhi mushaf Istiqlal edisi cetak yang dikerjakan pada 1991-1995, mushaf replika Al-Asy'ariyah yang merupakan salah satu mushaf terbesar di Indonesia yang ditulis Abdul Malik dan Hayatuddin, hingga mushaf Alquran Mbah Maridjan yang sebagian gosong karena terbakar oleh awan panas Wedhus Gembel Gunung Merapi saat erupsi pada 2010.

Menurut Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Kudus Abdul Jalil, pameran berbagai Alquran tersebut merupakan rangkaian kegiatan Festival Al Qur’an, Khazanah Islam Nusantara, dan Parade Bentang Pancasila yang digagas Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) dan bekerja sama dengan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agama RI.

Kegiatan tersebut, kata dia, berlangsung selama sepekan dengan berbagai macam kegiatan, termasuk pameran Alquran dan khazanah Islam Nusantara, pameran kaligrafi, pameran turats ulama Nusantara, dan pameran Jateng Benteng Pancasila. Selain agenda utama tersebut, beberapa kegiatan pendukung, antara lain Festival Tilawah, Nyerat Alquran Bersama 999 Santri, dan olimpiade sains Alquran.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Ramadan dengan menebarkan kedamaian. Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga untuk terus-menerus mengajarkan kepada masyarakat muslim dan menyosialisasikan dan memasyarakatkan Alquran.

"Masyarakat juga bisa melihat Islam Nusantara dengan mengetahui dan mendalami mushaf Alquran yang standar dengan tulisan khot rosan Usmani dari zaman Rasulullah hingga sekarang," ujarnya. Agar masyarakat memanfaatkan pameran tersebut, Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah menjalin kerja sama dengan Kemenag untuk mengajak dan mengerahkan madrasah dan pondok pesantren supaya mengunjungi pameran Alquran tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara