Lembaga Survei Anggap Pilgub Jateng Kurang Menarik

Founder and CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, memberikan keterangan terkait hasil survei Pilgub Jateng di Hotel Kesambi Hijau, Kota Semarang, Senin (14/5/2018). (Solopos - Imam Yuda S.)
15 Mei 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Lembaga survei, Alvara Research Center, menilai kontestasi politik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018 kurang menarik.

Hal itu disampaikan Founder and CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, saat menggelar jumpa pers terkait hasil survei terhadap kandidat pilkada atau Pilgub Jateng 2018 di Hotel Kesambi Hijau, Kota Semarang, Senin (14/5/2018) siang.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Ali menyebutkan beberapa faktor yang membuat pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng kurang seru. Salah satunya adalah peta persaingan antara kedua pasangan calon (paslon) yang bersaing di Pilgub Jateng, yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

“Di antara tiga provinsi di Jawa yang menggelar pilkada atau pilgub, Jateng yang paling tidak menarik. Jateng kalah seru jika dibandingkan Pilgub Jatim maupun Pilgub Jabar. Di kedua daerah itu, peta persaingan berlangsung sengit,” ujar Ali.

Dari hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center dalam kurun waktu 11 hari, 20-30 April, dan melibatkan 1000 responden di 35 kabupaten/kota di Jateng, pasangan Ganjar-Yasin masih unggul jauh dari lawannya, pasangan Sudirman-Ida.

“Survei kami lakukan dengan menggunakan metode Multi-Stage Random Sampling melalui wawancara tatap muka dari rumah ke rumah,” beber Ali.

Dari hasil survei itu, Ali mengaku masih banyak masyarakat Jateng yang merasa puas dengan kinerja Ganjar sebagai calon gubernur petahana. Bahkan, tingkat kepuasan akan kinerja Ganjar pada periode sebelumnya mencapai 85,3%.

Selain itu, dari tingkat elektabilitas maupun popularitas Ganjar-Yasin juga jauh mengungguli Sudirman-Ida. Tingkat popularitas Ganjar-Yasin berada di angka 90%, sedangkan Sudirman-Ida masih kurang dari 75%.

“Sementara untuk tingkat elektabilitas, Ganjar-Yasin meraih 58,8%. Sedangkan, Sudirman-Ida hanya sekitar 11,5%. Itu dengan catatan undecided voters sekitar 29%. Jadi kalaupun undecided voters nanti memilih Sudirman-Ida, masih belum mampu mengejar Ganjar-Yasin,” terang Ali. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya