Antisipasi Bom di Markas, Polisi Semarang Perketat Penjagaan Pintu Masuk

Aparat polisi tengah memeriksa pengunjung yang hendak masuk ke kompleks Mapolrestabes Semarang, Senin (14/5/2018). (Solopos - Imam Yuda S.)
15 Mei 2018 02:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Ledakan bom yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi, membuat seluruh aparat di Tanah Air memperketat penjagaannya. Tak terkecuali aparat polisi di Mapolrestabes Semarang.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi, mengatakan demi mengantisipasi terjadinya teror bom di Surabaya, pihaknya bahkan menerapkan standar baru dalam pengamanan Mapolrestabes Semarang. Selain menempatkan polisi bersenjata di pos penjagaan depan, pengunjung yang hendak masuk ke lingkungan Mapolrestabes juga harus memperlihatkan barang bawaannya.

Tokopedia

“Dalam radius 10 meter dari Mapolrestabes, pengunjung yang hendak masuk diminta membuka tas dan menunjukkan barang bawaannya. Baru kemudian pemeriksaan dilakukan secara dekat dan lebih terperinci termasuk identitas,” ujar Baihaqi, kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Senin (14/5/2018).

Peningkatan eskalasi penjagaan markas itu, lanjut Baihaqi, sebenarnya sudah diterapkan sejak Minggu (13/5/2018) atau setelah teror bom terjadi di beberapa tempat di Surabaya, termasuk tiga tempat ibadah.

Namun, pascateror bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin pagi, penjagaan lebih ditingkatkan.

"Lebih kami tingkatkan pengamanannya. Namun langkah ini tidak mengurangi sedikitpun pelayanan publik kepada masyarakat," terang mantan Kapolsek Mijen itu.

Baihaqi menambahkan tidak hanya di Mapolrestabes Semarang, jajaran polsek juga telah diinstruksikan melakukan langkah serupa. Peningkatan pengamanan juga diperluas ke area publik dan tempat ibadah.

Pantauan di lapangan, penjagaan di pintu masuk Mapolrestabes Semarang memang tidak seperti sebelum-sebelumnya. Setidaknya ada empat polisi bersenjata berjaga di sekitar area pintu gerbang. Mereka dilengkapi rompi antisenjata tajam, guna mengantisipasi serangan tusukan secara tiba-tiba dari pelaku teror.

Penjagaan juga diperkuat petugas bersenjata yang berdiri di pos penjagaan. Mereka turut didampingi anjing pelacak yang mampu mengendus adanya bom dari jauh.

“Anjing tersebut akan memberi tanda ke petugas ketika mencium bahan berbahaya,” timpal Baihaqi.

Sebelum melintasi gerbang, seluruh pengunjung yang hendak masuk diperiksa dan diminta keterangan. Pemeriksaan berlapis juga diterapkan di pos jaga. Terlihat wajah-wajah penuh ketegangangan dari aparat polisi yang berjaga di Mapolrestabes Semarang. Meski pun senyum selalu menonjol saat menyapa pengunjung yang datang.

“Setelah tahu ada serangan bom di kantor polisi di Surabaya memang agak khawatir juga ketika hendak ke Mapolrestabes Semarang. Tapi begitu melihat penjagaan yang baik seperti itu, rasanya lega,” kata seorang warga yang hendak mengurus surat kehilangan sepeda motor, Uniq, 24, warga Jatingaleh. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya