Pesilat Tuan Rumah Perkasa di Semarang Open

Dua pesilat muda tengah bertarung di ajang Semarang Pencak Silat Open Championship di GOR Satria, Semarang, Sabtu (12/5/2018). (Istimewa - Panpel Semarang Pencak Silat Open Championship)
15 Mei 2018 13:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Tim Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang tampil sebagai jawara pada ajang Semarang Pencak Silat Open Championship yang digelar di GOR Satria, Kota Semarang, Kamis – Sabtu (10-12/5/2018).

Dalam kejuaraan yang diikuti 859 pesilat tingkat usia dini (SD), praremaja (SMP) dan remaja (SMA) dari berbagai daerah di Jateng, Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Timur (Jatim) itu, kontingen Kota Semarang meraih juara umum tingkat remaja setelah mengantongi 7 medali emas, 1 perak, dan tiga perunggu.

Sementara posisi runner up diraih kontingen asal SMK Yasemi Karangayung dengan 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Sedangkan, posisi juara ketiga disabet Sherapats Kendal dengan raihan 4 emas, 7 perak, dan 9 perunggu.

Selain kampiun di tingkat remaja, pesilat Semarang juga tampil dominan di kelas praremaja. Hal itu dibuktikan dengan tampilnya kontingen Perisa Diri Semarang sebagai juara umum dengan torehan 26 emas, 20 perak, dan 26 perunggu.

Sedangkan posisi kedua di tingkat praremaja diraih Persinas ASAD Boyolali dengan 10 emas, 6 perak, dan 5 perunggu, mengungguli tim dari SMP Mul Tazam yang mengoleksi 8 emas, 9 perak, dan 4 perunggu.

Di tingkat usia dini tim SD Negeri 1 Tinjomoyo Semarang menyabet gelar juara umum dengan meraih 7 emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Sedangkan peringkat  kedua ditempati PSHT Semarang Timur dengan 5 emas, 6 perak, dan 4 perunggu, mengungguli tim SD Al Azhar 29 BSB Semarang dengan 3 emas, 4 perak, dan 1 perunggu di posisi ketiga.

Ketua Umum IPSI Kota Semarang, Joko Santoso, mengatakan Semarang Open Championship bisa menjadi ajang mengasah prestasi bagi para pelajar.

"Kami akan menggelar ajang ini dua kali dalam setahun. Yang satu bertajuk Wali Kota Cup, dan kedua terbuka tingkat nasional,” beber Joko dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Minggu (13/5/2018).

Terpisah, wasit Jateng, Tri Martono, menilai para pesilat yang tampil di Semarang Open Championship sudah terlihat bakatnya, meski masih berusia muda.

"Langkah, tendangan dan pukulan mereka sudah terarah dan berisi.  Tinggal dibina terus agar menjadi andalan daerah untuk tampil di ajang daerah maupun nasional. Event ini bisa jadi regenerasi bagi para pesilat muda,” tutur Martono.