Video Kesurupannya Beredar di Medsos, Ini Tanggapan Pj Bupati Tegal

Pj Bupati Tegal, Sinoeng N. Rachmadi tengah menabur bunga di makam Ki Gede Sebayu, Kabupaten Tegal, Senin (14/5 - 2018). (setda.tegalkab.go.id)
15 Mei 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Tegal, Sinoeng N. Rachmadi, merasa kecewa dengan penyebaran videonya yang diduga tengah kesurupan di kompleks makam Ki Gede Sebayu, Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Senin (14/5/2018) pagi.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Provinsi Jateng itu mengaku tidak tahu siapa yang merekam dan menyebarkan video kisah misteri itu.

Tokopedia

“Saya enggak tahu. Kalau kamu tanya tentang video itu saya juga enggak tahu. Saya tanya satu per satu, juga enggak ada yang mengaku mengambil gambarnya. Pastinya, saya kecewa video itu bisa tersebar di media sosial tanpa seizin saya,” ujar Sinoeng saat dihubungi Semarangpos.com, Senin malam.

Kendati demikian, Sinoeng membenarkan jika pria yang tampak sedang kesurupan dalam video itu memang dirinya.

Dalam video berdurasi dua menit lebih dua detik itu, Sinoeng tampak dipegangi beberapa orang saat berada di dekat makam Ki Gede Sebayu, pendiri telatah Tegal. Ia pun mengucapkan kata-kata berbahasa Jawa seperti doa bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Allah bakal paring ijabah, slamet, slamet kabeh sak putra wayah [Allah akan memberikan ijabah, selamat, selamat semua anak cucu]," ucap Sinoeng diamini orang di sekitarnya.

Tak lupa pelaksana tugas yang menggantikan tugas Bupati Ki Enthus Susmono untuk sementara waktu itu memberikan pesan kepada orang di sekitarnya agar tetap menjaga kerukunan. "Pada rukun! Rukun sing bakal agawae sentosa [Jaga kerukunan! Rukun yang akan membuat sentosa]. Allahu akbar ya Allah ," lanjutnya yang masih tampak kesurupan.

Sinoeng juga berpesan agar manusia selalu berendah hati dan tak menyombongkan diri. "Aja pada adigang adigung adiguna ora ana sing bisa munjuli Gusti Allah. Kabeh kui paringane guisti allah. Kabeh kui bakal arep mara ing ngarsa Gusti Allah [Jangan sombong! Tak ada yang bisa melebihi Allah. Semua adalah pemberian Allah. Semua akan kembali pada Allah]," tandas Sinoeng Noegroho.

Di akhir pernyataannya pada video kisah misteri yang beredar itu, Sinoeng yang masih tampak kesurupan menekankan agar semua orang mampu menjaga kerukunan. "Sing pada rukun! [Jaga kerukunan!]," pungkas Sinoeng yang kemudian tergeletak tak berdaya.

Tak begitu jelas penyebab Sinoeng kesurupan. Pada video yang beradar, orang-orang di sekitarnya hanya berdoa dengan suara pelan.

Di tengah beredarnya video itu, ada kabar duka yang juga berkaitan dengan Kabupaten Tegal. Bupati non-aktif Tegal yang sedang menjalani masa cuti kampanye pilkada atau tepatnya Pilbup Tegal 2018, Ki Enthus Susmono, meninggal dunia pada usia 52 tahun di Rumah Sakit Soeselo, Slawi, Kabupaten Tegal, Senin malam.

Sinoeng merasa kecewa jika video itu dikaitkan dengan kematian Ki Enthus Susmono. “Itu fitnah, lokasinya beda. Makanya, saya kecewa video itu bisa beredar di media sosial. Kejadian [dalam video] terjadi di makam Ki Gede Sebayu. Kejadian terjadi pagi hari, sementara almarhum meninggal petang hari,” ujar Sinoeng.

Sinoeng menambahkan kejadian di video itu terjadi saat pejabat Pemkab Tegal menggelar ziarah ke makam para pendiri atau sesepuh Kabupaten Tegal dalam rangka menyambut hari jadi ke-417 Kabupaten Tegal. Selain makam Ki Ageng Sebayu, ziarah juga digelar di makam Amangkurat I, makam putra Ki Gede Sebayu, Raden Mas Hanggawana, serta menantu Ki Gede Sebayu, Pangeran Purbaya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya