Video Pemeriksaan Santri di Simpang Lima Viral, Ini Penjelasan Polisi

Santri yang diperiksa di kawasan Simpang Lima Semarang (kanan) berfoto dengan polisi yang memeriksanya (kiri). (Instagram/satlantaspolrestabessmg)
16 Mei 2018 14:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Video pemeriksaan seorang santri yang diperiksa anggota brimob di kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ramai dibicarakan dan menjadi viral di media sosial. Atas hal itu, aparat Satlantas Polrestabes Semarang memberikan penjelasan melalui akun Instagramnya, @santlantaspolrestabessmg, Selasa (15/5/2018) malam.

Aparat Satlantas Polrestabes Semarang yang mengaku telah meminta konfirmasi dari aparat Polda Jateng membenarkan bahwa ada seorang santri yang diperiksa anggota brimob di kawasan Simpang Lima Kota Semarang. Peristiwa tersebut terjadi di dekat pos polisi Simpang Lima, Kota Semarang.

Dijelaskan di akun Instagram tersebut, orang yang dipastikan sebagai santri itu sempat marah saat diminta menunjukkan isi kardus dan ransel yang dibawa. "Awal mula kejadian adalah ada seseorang berdiri beberapa waktu dengan gerak-gerik mencurigakan di depan pos polisi Simpang Lima Semarang yang membawa kardus dan tas ransel, ketika orang tersebu diminta untuk memperlihatkan isi barang bawaannya, justru marah terhadap petugas," jelas aparat Satlantas Polrestabes Semarang.

Pada video yang beredar, memang pria yang memakai peci dan sarung itu melempar semua isi kardus dan ransel yang ia bawa. Sempat dicurigai sebagai teroris, isi dari kardus dan ransel itu kebanyakan adalah pakaian.

Setelah dimintai keterangan, pria tersebut ternyata hanya sedang menunggu transportasi umum untuk menuju ke suatu tempat. "Setelah dinyatakan aman orang tersebu yang ternyata menunggu transportasi, kemudian diantarkan oleh aparat kepolisian," lanjut pengelola akun Instagram milik Satlantas Polrestabes Semarang tersebut.

Aparat Satlantas Polrestabes Semarang menegaskan pemeriksaan terhadap santri di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang yang videonya menjadi viral itu sudah dilakukan sesuai undang-undang. "Kewenangan kepolisian tentang pemeriksaan terhadap orang yang dianggap mencurigakan ini pun telah diatur dalam UU RI No. 2 tahun 2002," lanjutnya.

Meski sempat marah saat diperiksa, santri tersebut justru meminta foto bareng dengan polisi setelah mendapatkan penjelasan. "Semuanya baik baik saja setelah sang santri dijelaskan dengan baik baik akhirnya beliaunya mengerti dan ngajakin foto bareng," pungkas aparat Satlantas Polrestabes Semarang.

Sebelumnya, kisah unik sekaligus tragus yang menimpa santri itu memang menjadi viral di media sosial. Banyak yang menyayangkan aksi polisi yang terlalu curiga terhadap orang berpakaian layaknya sanrti pondok pesantren dengan peci dan sarungnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia