Laporkan Kecurangan Aparat dan Panpel, Suporter PSIS Semarang Diganjar Hadiah

Dua suporter PSIS Semarang (kanan dan kiri) yang mendapatkan hadiah dari manajemen PSIS Semarang. (Instagram/psisfcofficial)
17 Mei 2018 11:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Beberapa anggota kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru, telah melaporkan kecurangan panitia pelaksana (penpel) pertandingan dan aparat kepolisian yang diduga hendak memasukkan penonton tanpa tiket pada pertandingan PSIS Semarang dan Persela Lamongan di Stadion Moch. Soebroto, Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (7/5/2018) lalu.

Atas tindakannya itu, dua anggota suporter PSIS Semarang mendapatkan hadiah langsung dari manajemen tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut. Dikutip dari akun Instagram milik PSIS Semarang, @psisfcofficial, Rabu (16/5/2018), dua suporter yang mendapatkan hadiah itu adalah Nanda dan Fasya.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Manajemen PSIS Semarang memastikan dua orang itu adalah suporter yang melaporkan kepada CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi atas kecurangan panpel pertandingan dan aparat kepolisian yang diduga hendak memasukkan penonton tanpa tiket pada pertandingan antara PSIS Semarang dan Persela Lamongan.

"Manajemen PSIS Semarang mengucapkan terima kasih dan memberikan hadiah khusus kepada Mas Nanda dan Mas Fasya atas kepeduliannya untuk ikut membantu PSIS Semarang dengan turut mengawasi oknum petugas dan oknum panpel yang nakal dalam pertandingan terakhir melawan Persela Lamongan," ungkap pengelola akun Instagram milik PSIS Semarang tersebut.

Dikabarkan Semarangpos.com sebelumnya, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi memang mengaku telah menerima video kecurangan panpel pertandingan dan aparat kepolisian pada pertandingan pekan ketujuh Liga 1 Indonesia musim 2018. Yoyok juga mengaku sudah melaporkan aparat kepolisi yang diduga terlibat kecurangantersebut kepada Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono.

Sementara untuk panpel pertandingan yang melakukan kecurangan, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jateng itu menegaskan akan melalkukan evaluasi internal. Video yang dikirimkan suporter adalah alat bukti yang ia jadikan sebagai bahan evaluasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya