Kemenhub Tawari Lulusan Pesantren Jadi Taruna

Pria yang sempat diperiksa polisi diduga di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng. (Instagram/santricommunity)
17 Mei 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kementerian Perhubungan menawari para lulusan pondok pesantren melanjutkan sekolah di bawah naungan kementerian itu untuk menjadi taruna dan taruni berkualitas.

"Kita akan didik menjadi siswa yang memiliki karakter dan selanjutnya menjadi aparatur sipil negara," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono kepada pers di Kota Semarang, Jawa Tengah, seusai membuka Pasar Murah Perhubungan di Pondok Pesantren As Shodiqiyyah, Rabu (16/5/2018). Dalam pasar itu dijual sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng seharga Rp50.000/paket.

Menurut Djoko, lulusan pesantren dinilai memiliki nilai pendidikan unik dan berkarakter untuk dididik menjadi taruna yang saat ini memang dibutuhkan untuk mengisi kekurangan disejumlah daerah. Kementerian Perhubungan setidaknya memiliki 27 sekolah yang tersebar di seluruh daerah Indonesia, yang mendidik mulai dari ahli bidang kemaritiman, penerbang, hingga perkeretaapian.

"Kita menerima putra-putri terbaik untuk didik menjadi taruna terbaik dibidangnya yang diharapkan berguna untuk menjadi sumber daya manusia yang berguna bagi Indonesia," katanya.

Indonesia, katanya, saat ini masih terus membutuhkan pemuda dan pemudi terbaik untuk dididik di sekolah Kemenhub sehingga lulusannya memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dan bersaing di pasar global.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan salah satu sekolah Kemenhub yang lulusannya diincar perusahaan asing adalah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). "Sekitar 80 persen lulusannya bekerja di perusahaan kapal asing," kata Menhub.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara