Video Santri Dikira Teroris Viral, GP Ansor Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Pria yang sempat diperiksa polisi diduga di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng. (Instagram/santricommunity)
17 Mei 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (Jateng), Sholahudin Wahid, meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dalam menanggapi video santri bernama Zaqi Saputra yang menjalani pemeriksaan aparat kepolisian di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, yang menjadi viral di media sosial (medsos).

Pria yang akrab disapa Gus Sholah itu menilai pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian merupakan bentuk kewaspadaan dalam mencegah aksi teroris yang terjadi belakangan ini.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

“Agar tidak kecolongan, polisi dituntut memperketat pengawasan. Termasuk memeriksa siapa saja. Saya rasa kepolisian telah melakukan tugasnya saat itu [melakukan pemeriksaan terhadap Zaqi Saputra],” ujar Gus Sholah kepada wartawan di Semarang, Rabu (16/5/2018).

Gus Sholah meminta masyarakat memaklumi tugas-tugas polisi tersebut. Dia juga mengimbau supaya masyarakat bisa bekerja sama dengan polisi dalam upaya memerangi radikalisme dan terorisme.

“Termasuk bekerja sama saat dimintai atau diperiksa oleh aparat polisi. Kalau kita tidak terlibat, mengapa harus takut saat mau diperiksa,” ujar Gus Sholah.

Sebelumnya, video yang menunjukkan seorang pria memakai peci dan sarung sedang diperiksa polisi di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, menjadi viral di media sosial. Pria yang diduga santri itu digeledah polisi saat membawa bungkusan kardus dan ransel ukuran sedang.

Berdasarkan video yang diunggah di akun Instagram @santricommunity, Selasa (15/5/2018), pria yang akhirnya diketahui bernama Zaqi Saputra itu terlihat kesal saat diminta membuka isi kardus dan ranselnya. Ia bahkan melempar isi kardus dan ransel yang kebanyakan pakaian di depan dua polisi yang tengah menenteng senjata laras panjang.

Video yang menjadi viral di media sosial ini pun sempat memancing perhatian Ketua DPW PKB Jateng, Yusuf Chudlory. "Siaga harus tapi jangan panik dong," ungkapnya menanggapi video yang beredar.

Aparat kepolisian di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), memang sedang meningkatkan kewaspdaan mereka terhadap aksi terorisme. Maklum saja, beberapa hari ini memang terjadi rentetan serangan bom di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa TImur (Jatim).

Namun demikian, kisah unik sekaligus tragis itu dikabarkan berakhir dengan menyenangkan. Di akun Twitter @NUgarislucu, pria yang sempat diperiksa dan dikira teroris itu dikabarkan sudah berdamai dengan polisi yang sempat memeriksanya. Bahkan ada yang mengabarkan pria tersebut sempat minum kopi bareng dengan polisi yang sempat mencurigainya sebagai teroris. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya