Pertamina Siapkan Kiosk Pertamax di Tol Fungsional Jateng

Kendaraan melintas di jalan tol fungsional (tol darurat) Brebes Timur/Pemalang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada mudik Lebaran. (Antara/Oky Lukmansyah)
17 Mei 2018 01:50 WIB Yustinus Andri DP Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyebar kiosk Pertamax di sejumlah titik di jalur tol fungsional.

General Manager Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto mengatakan kiosk pertamax akan ditempatkan di titik-titik yang ditetapkan sebagai rest area darurat. Berdasarkan perhitungan sementaranya, Pertamina akan menempatkan kiosk yang dilengkapi dengan mobile dispenser dan BBM kemasan tersebut di 18 titik.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

“Namun, kami masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Dinas Perhubungan, BUJT serta Polda Jateng dan DIY untuk menetapkan lokasi fix penempatan kiosk pertamax,” ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Berdasarkan keterangan dari Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng Hanung Triyono, ruas tol yang siap digunakan secara fungsional adalah Semarang-Batang, Brebes-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Salatiga-Boyolali.

Selain ditempatkan di ruas tol fungsional, kiosk Pertamax juga akan disebar di sejumlah jalur mudik reguler, ruas tol operasional dan jalur wisata yang rawan dengan kemacetan. Selain dilengkapi dengan mobile dispenser, Pertamina juga menyiapkan beberapa unit motor pengangkut BBM kemasan.

“Nanti motor pengangkut BBM Kemasan ini akan diterjunkan untuk menembus kemacetan yang sulit terurai. Operasionalnya berdasarkan instruksi dari kami {Pertamina] bukan by order dari pembeli,” lanjutnya.

Adapun, untuk menyambut Ramadan dan musim mudik Lebaran 2018, Pertamina MOR IV dan Hiswana Migas Jateng telah memperkuat stok bahan BBM dan LPG di Jateng dan DIY. Untuk BBM jenis gasoline (premium, pertalite, pertamax series) Pertamina menyiapkan stok tambahan 30% dari rata-rata normal harian 9,974,87 KL atau naik menjadi 12.654,39 KL.

Sementara itu, untuk konsumsi LPG di wilayah yang sama, stok tambahan yang disiagakan naik 10%  menjadi 28.736.410 tabung dibandingkan rata-rata harian normal sebesar 26.162.813 tabung.

Selain itu, untuk jenis BBM avtur, juga disiagakan tambahan stok sebesar 18% dari konsumi normal harian sebesar 485 KL menjadi 574 KL. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi padatnya rute penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Solo, Adi Sutjipto Yogyakarta, dan Ahmad Yani Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis