Wali Kota Semarang Minta Dishub Tegas Atasi Pelanggar Parkir

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi. (Istagram/hendrarprihadi)
18 Mei 2018 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bertindak tegas dalam menangani parkir liar yang kerap menyebabkan kemacetan lalu lintas.

“Saya minta Dishub lebih galak lagi. Kalau ada parkir liar atau parkir sembarangan, angkut saja. Itu yang bikin lalu lintas macet,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu dikutip dari laman Internet resmi Pemkot Semarang, Kamis (17/5/2018).

Hendi menilai persoalan kemacetan dikarenakan beberapa faktor, antara lain jumlah kendaraan yang tidak seimbang dibanding kapasitas jalan dan juga parkir liar.

Hendi mengaku banyak menjumpai titik lokasi parkir yang tidak sesuai aturan. Di beberapa ruas jalan di Kota Semarang dimanfaatkan menjadi lahan parkir baru oleh oknum. Padahal, di jalan tersebut tidak diperbolehkan ada parkir di tepi jalan.

“Lah iya. Jalannya sudah sempit masih dipakai parkir. Ya macet jadinya. Kita melihat masih ada hal yang harus ditumbuhkan dalam kesadaran masyarakat yaitu jangan parkir sembarangan," ucapnya.

Ia mencontohkan, titik kemacetan yang terjadi karena parkir yang tidak sesuai aturan yaitu di area Simpang Lima Semarang. Di area tersebut, banyak pemilik kendaraan yang memilih parkir liar karena ingin dekat dengan tempat tujuan, khususnya saat malam hari.

Hendi membantah banyaknya parkir liar di Kota Semarang karena keterbatasan lahan parkir. Saat ini, katanya, banyak tempat yang bisa dijadikan tempat parkir kendaraan di antaranya di pertokoan, mal, halaman rumah warga dan lahan kosong lainnya.

Kendati demikian, pihaknya berubaya memenuhi kebutuhan lahan parkir agar bisa dimanfaatkan warga. Hendi menyebut, beberapa lahan milik pemerintah akan dioptimalkan untuk pembangunan kantong parkir.

"Ini proses lelang gedung Dinkes (Dinas Kesehatan) di Jalan Pandanaran. Gedung yang saat ini 2 lantai nanti dibangun menjadi 10 lantai. Empat lantai untuk kantor Dinkes, sisanya untuk tempat parkir umum. Supaya orang-orang yang belanja di pusat oleh-oleh pandanaran bisa parkir di situ," paparnya.

Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik, menuturkan, telah melakukan identifikasi seluruh area parkir di Semarang, baik parkir resmi atau berizin dan tidak resmi yang tidak berizin.

"Kita sudah inventarisasi dan dalam waktu dekat kita rencana akan melakukan penertiban terhadap parkir liar. Dan juga akan tertibkan izin-izin lama yang masih berlaku. Yang ternyata setelah melihat perkembangan Kota Semarang ini, parkir menjadi salah satu penyebab kemacetan," kata Khadik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya