Tengok Yatim-Piatu Korban Laka, Sudirman Said Salahkan Pembangunan Jalan

Sudirman Said menggendong Sabian Ignel Alsaferat, bocah yatim-piatu di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jateng, Minggu (20/5 - 2018). (Jatengmuktibareng.com)
21 Mei 2018 10:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, BREBES - Calon gubernur (cagub) nomor urut 2 dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pilkada serentak 2018, Sudirman Said, mengkritik pembangunan infrastruktur berupa jalan di Jateng yang menurutnya hanya asal dibangun.

Hal itu ia ungkapkan kala menengok bayi 14 bulan bernama Sabian Ignel Alsaferat di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jateng, Minggu (20/5/2018). Sabian menjadi yatim-piatu setelah orang tuanya, Sokhi Salahudin dan Septi Ika Retnosari meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di fly-over di Jl. Purwokerto-Tegal, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, 20 Maret 2018 lalu.

Tokopedia

Dikutip dari laman Internet milik tim media Sudirman Said-Ida Fauziyah, Sudirman Said mengungkapkan kecelakaan maut dapat terjadi bisa saja disebabkan infrastruktur berupa jalan di Jateng yang asal dibangun. Selain proses pembangunan jalan yang menurutnya tak diperhitungkan terlebih dahulu, jembatan timbang yang dinon-aktifkan juga dapat memicu meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.

"Banyaknya kasus kecelakaan tersebut harus segera dicarikan solusi, bisa jadi sebabnya karena pas membangun, asal membangun, kedua adalah beban jalan, dimana truk besar itu memiliki beban berlebih, alias beban jalan, lalu ini muaranya kepada jembatan timbang yang tidak diaktifkan," ujar cagub yang didampingi cawagub Ida Fauziyah di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Dirman itu, kebijakan yang menonaktifkan jembatan timbang adalah kebijakan yang tidak tepat. "Jembatan timbang tidak diaktifkan, karena hanya ketemu satu dua kasus ketemu pungli. Kebijakan yang menurut saya hanya kepingin populer, bentak-bentak, marah-marah di jembatan timbang kemudian tutup jembatan timbang," sindir Sudirman Said tanpa menyebut nama.

Akibat kebijakan tersebut, lanjutnya, banyak jalan di Jateng penuh lubang yang dinilai karena kendaraan yang melintas keleibhan beban. Bukan cuma itu, Sudirman Said juga curiga ada praktik korupsi di balik pembangunan jalan di Jateng.

"Disamping itu, juga karena kualitas jalan kurang baik, ada indikasi anggaran jalan hanya 60% ke kontraktor, ada indikasi korupsi disana. Nah, dua hal ini nanti ketika saya terpilih menjadi gubernur akan kita selesaikan," jelas mantan menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) tersebut.

Dengan permasalahan itu, Sudirman Said berjanji akan kembali mengaktifkan jembatan timbang yang ada di Jateng jika berhasil terpilih sebagai gubernur melalui pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. "Tadi kita sudah tengok keluarga korban, dan kesimpulannya, salah satunya kita kembalikan jembatan timbang atas nama keselamatan, atas nama keamanan di perjalanan," pungkas pria kelahiran Brebes, 55 tahun silam itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya