Ekonomi Jateng Diprediksi Tumbuh 5,41%

Ilustrasi kesibukan pasar tradisional. (bisnis.com)
23 Mei 2018 03:50 WIB Yustinus Andri DP Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ekonomi Jawa Tengah pada kuartal II/2018 diperkirakan akan kembali terakselerasi, setelah pada kuartal sebelumnya mencatatkan pertumbuhan yang meyakinkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Hamid Ponco Wibowo memprediksi pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) kawasan tersebut akan berada di atas 5,41% atau naik dari capaian kuartal I/2018. Konsumsi masyarakat diprediksi masih akan menjadi pendongkrak utamanya. “Kuartal II/2018 eksekusi proyek baru yang sudah masuk akan dimulai, setelah kuartal sebelumnya digunakan untuk persiapan. Belum lagi daya dongkrak lain datang dari momentum hari raya Lebaran," ujarnya, Selasa (22/5/2018).

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa penyaluran bantuan sosial dan dana desa pada akhir kuartal I/2018 lalu juga akan mengerek belanja masyarakat. Untuk para eksportir, dorongan juga akan datang dari sisi melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Adapun sebelumnya, pertumbuhan PDRB Jateng tercatat berhasil melampaui capaian nasional pada kuartal I/2018 dengan tumbuh 5,41% secara year on year (yoy). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Margo Yuwono mengatakan industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga menjadi pendongkrak utama pertumbuhan pada periode tersebut.

Sebelumnya, dalam laporan Kajian Ekonomi Regional (KEKR) Jateng yang disusun oleh Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi sepanjang April-Juni 2018 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,3%-5,7% secara year on year (yoy). Proyeksi pertumbuhan pada periode tersebut tercatat lebih tinggi dari kuartal I/2018 yang diprediksi mencapai 5,1%- 5,5%. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa dari sisi pengeluaran, akselerasi konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), dan ekspor luar negeri juga menjadi sumber meningkatnya pertumbuhan di triwulan II/2018.

Sementara itu, pada sisi lapangan usaha, peningkatan diperkirakan terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran. Sedangkan, pertumbuhan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan melambat.

Selain itu, perekonomian domestik yang diperkirakan terus membaik akan mendorong daya beli dan konsumsi rumah tangga. Perbaikan ekonomi global, terutama mitra dagang utama Jateng diperkirakan meningkatkan kegiatan usaha.

Di sisi lain, inflasi tahunan pada kuartal/II 2018 diperkirakan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada periode hari raya keagamaan dan pemilihan umum kepala daerah. Inflasi diperkirakan masih berada pada target sasaran inflasi 3,5±1%.

Faktor utama yang diperkirakan mendorong inflasi terutama berasal dari kelompok volatile food yang diperkirakan akan meningkat lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2018 serta periode yang sama pada tahun 2017. Kenaikan juga diperkirakan terjadi untuk kelompok inti di tengah membaiknya daya beli masyarakat serta tekanan nilai tukar rupiah. Kebijakan moneter Amerika Serikat diperkirakan akan mendorong arus modal keluar dari dalam negeri, sehingga meningkatkan risiko nilai tukar yang selanjutnya berdampak pada inflasi kelompok inti barang yang diperdagangkan.

“Tetapi, kalau kita lihat, inflasi masih akan terjaga di bawah batas atas 3,5% +/- 1%. Terlebih pasokan sembako dan barang yang terkait dengan momentum Lebaran sudah dipastikan aman,” lanjut Hamid.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis