Pemprov Jateng Anggarkan Rp185 M untuk THR

Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). (Antara)
04 Juni 2018 23:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menganggarkan dana senilai Rp185 miliar untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di bawah naungan Pemprov Jateng.

Marno, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Jateng mengatakan anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jateng dan sudah dilakukan sejak 2016 lalu. "Penghitungan gaji kami dari awal sudah menganggarkan di APBD sebanyak 14 kali, yaitu gaji bulanan ditambah gaji ke 13 dan THR. Jadi tidak ada masalah," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (4/6/2018). 

Sebelumnya, Sabtu (30/5/2018) lalu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menandatangani surat yang salah satu poin di dalamnya menuliskan bahwa THR dan gaji ke-13 dibebankan ke APBD. Alias tak lagi diambil dari APBN. Kendati demikian, Marno menuturkan memang sejak tahun 2016, pemprov Jateng membebankan THR dan gaji ke-13 ke APBD.

"Sesuai PP Tahun 2016 dan sudah melalui rapat dengan dewan juga ya. Akan cair pada tanggal 5 Juni besok," tambahnya.

Selain itu, lanjut dia, bahwa nominal tak jauh berbeda telah ditetapkan sebagai anggaran gaji ke-13. Sedangkan untuk gaji ke-13 akan diberikan Juli 2018 nanti.

Menurutnya, baik THR maupun gaji ke-13 tersebut akan diserahkan ke 45.000 ASN di bawah naungan Pemprov Jateng. Menanggapi surat edaran dari Mendagri tadi, Marno menyebut kemungkinan hal tersebut merupakan penegasan saja. 

Dikatakan Marno, beberapa kabupaten/kota juga sudah membebankan keduanya ke dalam APBD. Ia mengungkapkan, yang menjadi masalah adalah karena pembayaran berdasarkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD). 

"Yang menjadi berat adalah THR menjadi tanggungan PAD masing-masing kabupaten dan kota, bukan dari pemerintah pusat. Kami tidak bisa memaksa, tergantung pendapatan anggaran daerah, karena harus dilaporkan ke DPRD kota/kabupaten. Efeknya nanti akan menggeser atau menunda kegiatan. Karena kebutuhannya sangat banyak ," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya