53.097 Buruh Pabrik Rokok Kudus Terima THR

Buruh pabrik rokok menunjukkan uang tunjangan hari raya (THR) Lebaran di brak mereka, Kudus, Jateng, Selasa (5/6 - 2018). (Antara/Yusuf Nugroho)
06 Juni 2018 02:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Sebanyak 53.097 buruh dari beberapa pabrik rokok di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018), secara serempak menerima tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan mereka masing-masing. Perusahaan rokok yang membayarkan THR itu antara lain PT Djarum Kudus dan PT Nojorono Tobacco International (NTI).

Menurut Public Affair Manajer PT Djarum Kudus Rachma Muchtar di Kudus, Selasa, jumlah karyawan pabrik rokok PT Djarum Kudus yang menerima THR berjumlah 50.597 orang. Dari jumlah pekerja sebanyak itu, meliputi buruh borong sebanyak 43.376 orang dan buruh harian sebanyak 7.221 orang.

Adapun total dana yang disediakan untuk membayar THR puluhan ribu pekerja tersebut, senilai Rp94,70 miliar, meliputi THR untuk buruh borong sebanyak Rp80,38 miliar dan buruh harian sebesar Rp14,32 miliar. Dana yang disediakan untuk THR para buruh rokok tahun ini, katanya, mengalami kenaikan karena tahun sebelumnya hanya Rp90,33 miliar.

Sementara jumlah pekerja pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 52.412 orang, meliputi pekerja borong sebanyak 45.136 orang dan pekerja harian sebanyak 7.376 orang. Pada hari yang sama, ribuan buruh rokok di pabrik rokok Nojorono Kudus juga menerima THR sebesar Rp1.892.000 untuk setiap buruh borong.

Kepala Bagian Produksi Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT NTI Kudus Sugiharto mengungkapkan bahwa jumlah pekerja yang menerima THR hari ini (5/6) sebanyak 2.500 orang. Dengan adanya pembayaran THR lebih awal, dia berharap bisa meringankan beban buruh dalam memenuhi kebutuhan keluarga selama Ramadhan dan Lebaran 2018.

Anisa Wati, salah seorang buruh rokok dari PT NTI mengaku senang bisa mendapatkan THR lebih awal. Rencananya, kata dia, uang tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan sandang hingga pangan, termasuk untuk membayar biaya sekolah anaknya.

"Saya memang menantikan pembayaran THR karena untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga menjelang Lebaran membutuhkan dana yang lebih banyak," ujarnya.

Martiyah, buruh PT Djarum mengaku senang bisa menerima pembayaran THR lebih awal sehingga bisa dibelanjakan sebelum harga-harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan saat mendekati Lebaran 2018.

Berdasarkan pantauan di brak (tempat produksi) Djarum Bitingan Lama, di Jl. Lukomono Hadi, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Selasa, para karyawan secara perwakilan antre di loket yang disediakan untuk pengambilan THR. Nilai THR yang diterima buruh adalah Rp1.892.000/orang.

Pemandangan serupa juga terjadi di brak Nojorono di Jl. Jenderal Sudirman Kudus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara