Ini Kiat Polda Jateng Jadikan Jalur Pantura Layak Dilintasi Malam Hari

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono bersama Bupati Batang Wihaji meninjau jalur jalan tol Batang-Semarang, Senin (28/5 - 2018) sore. (Antara/Kutnadi)
09 Juni 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono menyatakan idealnya jalur jalan tol fungsional di Pemalang, Batang hingga Batang-Semarang dioperasikan untuk dilalui pemudik berkendara pada siang hari. Meski demikian, aparat akan tetap berupaya menjadikan jalur jalan itu layak dilintasi pada malam hari.

"Kendati demikian, kami akan melihat situasi sebagaimana seperti pada Lebaran tahun lalu, kami arahkan ke jalur pantura justru menunggu mengantre jalur tol fungsionalkan dibuka. Akan tetapi untuk dibuka pada malam hari pun juga tidak masalah," katanya di Batang, Jateng, Rabu (6/6/2018).

Tokopedia

Untuk mengatasi daerah di jalur tol fungsional yang masih minim penerangan, kata dia, Polda akan menyiagakan mobil patroli dengan kekuatan gabungan seperti Tentara Nasional Indoensia (TNI) dan menyalakan lampu search and rescue (SAR) setiap 5 km. "Oleh karena itu. setiap 5 kilometer pemudik akan bertemu dengan petugas patroli yang bertugas pada pengamanan arus mudik Lebaran di jalur tol fungsional itu," katanya.

Ia mengatakan untuk wilayah Pemalang, Kabupaten Batang, dan Kendal merupakan titik jenuh atau titik lelah bagi pemudik berkendaraan bermotor. "Oleh karena, pemudik dimohon beristirahat karena pada setiap per 10 km telah disiapkan rest area. Untuk tol fungsional maupun tol operasional sudah disiapkan rest area dan setiap 5 km akan bertemu mobil patroli," kata Kapolda Jateng yang didampingi Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga meninjau jalur mudik.

Ia berharap pemudik berkendara bermotir dapat mematuhi peraturan lalu lintas karena di sepanjang jalur jalan tol fungsionalkan belum sepenuhnya kondisinya baik. "Memang hal ini harus ada kemauan dari para pengemudi untuk mematuhi peraturan yang ada mengingat aturan dibuat untuk keselamatan. Saya mengimbau pada pengemudi agar kecepatannya di kendalikan sekitar 40 km/jam-60 km/jam," katanya.

Ia mengatakan puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 8 Juni-9 Juni 2018 karena pada tanggal itu, sudah mulai memasuki masa libur dan cuti bersama Lebaran 2018. "Mereka pulang kerja, bisa langsung mudik. Oleh karena dari perhitungan Kementerian Perhubungan puncak arus mudik akan terjadi pada 9 Juni 2018," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara