Tanjakan Tol Salatiga Dikabarkan Capai 57 Derajat, Begini Aslinya...

Arus lalu lintas di tol Salatiga-Solo, tepatnya di jembatan Kali Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (9/6 - 2018). (Twitter/@kominfo_jtg)
10 Juni 2018 21:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semrangpos.com, UNGARAN - Arus lalu lintas mudik Lebaran 2018 di ruas tol Salatiga-Solo, tepatnya di jembatan Kali Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan sempat tersendat karena ada tanjakan dengan kemiringan mencapai 57 derajat. Namun demikian, kabar sudut kemiringan di tanjakan tersebut nyatanya hanya isapan jempol.

Informasi terkait sudut kemiringan tanjakan di jalur mudik Lebaran 2018 itu awalnya dipublikasikan Dinas Kmonikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng di akun Twitternya, @kominfo_jtg, Sabtu (9/6/2018). "Imbauan mobil cc kecil untuk tidak melewati tol fungsional Salatiga ke arah Solo, karena sulitnya medan yang menanjak hingga 57 derajat," ungkap Diskominfo Jateng.

Tokopedia

Namun sehari kemudian, Diskominfo merevisi kabar tersebut dan memastikan sudut kemiringan tanjakan di Jembatan Kali Kenteng, Kabupaten Semarang itu bukan 57 derajat. "Dalam twit kami sebelumnya tertulis sudut 57 derajat. Berdasarkan press release PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. 157/2018 Tanggal 10 Juni 2018 sebagai berikut: sudut elevasi maksimal 7,24 derajat. Disiapkan pula derek di lokasi untuk kondisi darurat," ungkap Diskominfo Jateng, Minggu (10/6/2018) pukul 13.57 WIB.

Terlepas dari itu, arus lalu lintas mudik Lebaran 2018 di jembatan Kali Kenteng, Kabupaten Semarang tersebut memang terjadi kepadatan dan antrean kendaraan. Diskominfo Jateng membeberkan hal itu disebabkan adanya pengerjaan jalan yang belum selesai.

Namun demikian, PT Jasa Marga memastikan jalur mudik Lebaran 2018 di ruas tol Salatiga-Solo, jembatan Kali Kenteng, Kabupaten Semarang itu aman dilalui, Pengguna jalan diimbau untuk mengecek kondisi kendaraan sebelum melintas di jembatan tersebut karena memang menanjak dan membutuhkan tenaga ekstra dari mesin kendaraan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya