Taksi Bandara Semarang Dianggap Mahal, Wali Kota Semarang Angkat Bicara

BRT Trans Semarang koridor V di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jateng. (Instagram/hendrarprihadi)
11 Juni 2018 06:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Taksi milik Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang, Jateng, dianggap menerapkan tarif terlalu mahal tanpa argometer. Hal itu pun ramai dikeluhkan warganet kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melalui media sosial Twitter.

Menanggapi keluhan tersebut, wali kota Semarang angkat bicara melalui akun Twitternya, @hendrarprihadi, Minggu (10/6/2018). Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—menegaskan keluhan warganet mengenai taksi di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang itu akan dijadikan bahan evaluasi. "Manajemen Bandara A. Yani tegas akan melakukan evaluasi," ungkap orang nomor wahid di ibu kota Jateng tersebut.

Untuk sementara waktu, Hendi menyarankan warga agar menggunakan BRT Trans Semarang koridor V jika tak berkenan menggunakan taksi Primkopad di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang. "Telah disediakan @Transsemarang jika kurang cocok dengan Taxi Bandara," lanjut Hendi.

Politikus PDI Perjuangan tersebut juga membeberkan rencananya yang ingin membangun jalur monorel sebagai alat transportasi penghubung Bandara Ahmad Yani dengan kawasan lain di Kota Semarang. "Telah direncanakan pembangunan monorel sebagai alternatif lain," pungkas sang wali kota Semarang.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I sebagai operator Bandara Ahmad Yani dengan tegas telah melarang semua alat transportasi berbasis aplikasi smartphone atau transportasi online mengangkut penumpang di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang. Larangan itu dikeluarkan dengan alasan PT Angkasa Pura I tak bekerja sama dengan transportasi online apapun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya