Taj Yasin Ingin Rumah Budaya di Setiap Kabupaten

Calon wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin saat buka bersama dengan komunitas pencinta skuter Magelang, di Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (10/6 - 2018). (Harian Jogja/Nina Atmasari)
12 Juni 2018 18:50 WIB Nina Atmasari Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Kaum muda menjadi kalangan yang ingin digaet pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun rumah budaya. Rencana itu masuk dalam salah satu program dan tertuang pada visi misi pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 tersebut. "Kami ada rencana dan sudah masuk dalam visi misi bahwa kita akan membangun rumah budaya. Jadi itu [rumah budaya] silakan mau dipakai untuk apa saja," ujar Yasin saat buka bersama dengan komunitas pencinta skuter Magelang, di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng, Minggu (10/6/2018).

Pada tahap awal, rumah budaya akan dibangun di setiap karesidenan di Jawa Tengah. Saat ini sudah ada rintisan satu unit, namun ia tidak menyebut lokasinya. Ke depan, jika tanggapan masyarakat tinggi, ia akan membangun di setiap kota/kabupaten.

Rumah budaya tersebut akan difungsikan sama seperti pusat kegiatan masyarakat. Siapa pun boleh menggunakan rumah budaya untuk kegiatan mereka. "Siapa saja boleh masuk ke rumah budaya, seni budaya atau apapun, termasuk juga komunitas pecinta motor. Arahnya nanti kita akan kembalikan budaya Jateng," jelasnya.

Ia menuturkan, munculnya ide pembuatan rumah budaya, berawal dari aspirasi kaum muda, saat ia menjaring aspirasi keliling daerah di Jawa Tengah. Diungkapkannya, anak muda menjadi kalangan yang akan digaet secara intens.

"Kita harus memikirkan anak muda untuk mengembangkan kemampuan mereka. Karena bagaimana pun, pengangguran itu saat ini ada di kota dan desa. Sebagian dari pengangguran itu adalah anak muda," ungkapnya.

Sebenarnya, menurut Gus Yasin, niat bekerja para generasi muda sangat tinggi, namun masih pilih-pilih. Artinya, banyak pekerjaan yang sebenarnya terbuka, namun belum cocok pada diri para pemuda.

"Makanya tugas kita adalah berbicara, sharing dengan mereka, maunya apa, pekerjaan apa yang diinginkan. Kita ingin mendampingi mereka," tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Harian Jogja