Prediksi Kemacetan Mudik di Semarang Dianggap Tak Terbukti

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Instagram/hendrarprihadi)
14 Juni 2018 08:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG  Pada pertengahan April 2018 lalu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng memprediksi kemacetan arus lalu lintas mudik Lebaran 2018 akan bergeser ke wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Namun demikian, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan prediksi tersebut tak terbukti hingga H-3 Idulfitri, Selasa (12/6/2018).

Hal itu diungkapkan Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadidi akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Rabu (13/6/2018). "Alhamdulillah sampai H-3 lebaran arus lalu lintas [di Kota Semarang] terpantau lancar -- jadi prediksi Kota Semarang jadi titik kemacetan parah tidak terbukti," ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut dengan menyertakan video.

Dalam video yang ia unggah itu, Hendi membeberkan jalanan di Kota Semarang akan dibuat contra flow atau jalur lawan arah jika memang prediksi titik kemacetan itu benar terjadi. "Dalam rapat Muspida terakhir disebutkan bahwa beberapa alternatif kalau sampai macet akan dibuat contra flow," ungkapnya.

Namun demikian, orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu menyatakan lalu lintas di Kota Semarang masih lancar hingga H-3 Lebaran 2018 sehingga tak perlu menerapkan sistem contra flow.

"Nah ini bisa dilihat belum ada sistem contra flow yang diterapkan sehingga artinya arus masih dianggap lancar dan Insa Allah ini menjadi mudik yang nyaman bagi semuanya, baik yang melakukan mudik maupun termasuk kami, teman-teman polisi, dan penjaganya," pungkas wali Kota Semarang.

Sebelumnya, Ditalntas Polda Jateng memang memprediksi Kota Semarang akan menjadi titik kemacetan arus lalu lintas pada mudik Lebaran 2018. Hal itu diperkirakan terjadi seiring difungsikannya jalan tol Semarang-Batang yang membuat pintu tol Manyaran menjadi titik pertemuan arus lalu lintas kendaraan.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya