Posko Mudik Ini Sajikan Panorama Bukit Gombel

Posko mudik di Bukit Gombel didirikan dengan berbagai tenda. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
14 Juni 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Berbagai posko mudik berdiri sepanjang ruas jalan raya yang dilalui pemudik pada masa mudik Lebaran kali ini. Baik itu yang terletak di ruas jalan tol, maupun jalur alternatif.

Di Kota Semarang ada satu posko mudik yang diperuntukkan bagi pemudik di luar jalan tol. Posko ini terletak tepat di Bukit Gombel. Posko ini berada di ujung tanjakan Bukit Gombel.

Para pengendara kendaraan bermotor yang melintas pun bisa melepas penat sekaligus menikmati panorama Kota Semarang dari Bukit Gombel di posko yang didirikan berbagai komunitas pencinta alam itu. Di posko ini, pemudik yang ingin melepas lelah disediakan tenda untuk beristirahat. Ada puluhan tenda yang didirikan para pencinta alam sebagai rest area di bukit yang terletak di Kelurahaan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik itu.

Seperti yang dilakukan Sutikno. Pria berusia 39 tahun itu melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Malang. Karena menggunakan sepeda motor dalam melakukan perjalanan, Sutikno pun tak bisa mengakses jalan tol dan memilih melewati jalur alternatif di Jatingaleh.

“Saya menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Malang. Sengaja mampir ke sini karena badan terasa capek. Ternyata di sini ada banyak tenda kemah yang dijadikan rest area,” ujar Sutikno saat berbincang dengan Semarangpos.com, Rabu (13/6/2018).

Sutikno tidak sendirian dalam melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Ia bersama keluarga dan juga putranya, Handika Akbar Farozi, yang mengendarai sepeda motor sendiri.

“Kita dari Kebon Jeruk berkonvoi sekeluarga dengan lima motor. Sudah dua tahun kita mudik naik sepeda motor. Kalau tahun kemarin terjebak macet, sekarang lancar-lancar saja,” beber Handika.

Handika mengaku mudik dengan menggunakan sepeda motor sangat menghemat biaya. Naik motor menjadi alternatif saat kesulitan mencari tiket kereta api.

“Lagian dengan begini bisa menambah pengalaman, menambah teman, dan dapat suasana baru,” tutur Handika.

Koordinator Rest Area Camping di Bukit Gombel, Dodi Arianto, mengaku posko mudik dengan tenda dibangun oleh berbagai komunitas pencinta alam. Rest area itu dibangun sejak H-7 Lebaran. Ada 15 tenda yang dibangun berderet di tepi tanjakan Gombel.

 "Ini konsep yang dipilih untuk menyesuaikan basic kita sebagai anak gunung. Total ada 20 komunitas pecinta alam yang terlibat di sini mulai, Resopala, KPG, Jasapala, BPBD dan sejumlah Mapala lainnya," ungkap pria yang akrab disapa Mbah Rimba tersebut.

Tim pecinta alam mengerahkan 50 personel untuk berjaga 24 jam nonstop. Para pemudik mampir karena kelelahan maupun ketika motor maupun mobilnya mogok karena melintasi tanjakan Bukit Gombel.

"Walau tanjakan Gombel terkenal dengan tingkat kecelakaan yang tinggi, tapi nyatanya tiap hari ada 15 pemudik yang mampir kemari. Bahkan, ada 10 mobil yang kita evakuasi karena mogok di jalanan," ujar Mbah Rimba. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya